MAMUJU — Skema WFH yang tengah berjalan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menuntut adaptasi cepat seluruh aparatur sipil negara (ASN). Salah satu kuncinya ada pada penguasaan Aplikasi Fleksi, yang tidak lagi sekadar mencatat kehadiran, melainkan merekam capaian kerja riil harian setiap pegawai.
Kepala DiskominfoSS Sulbar Muhammad Ridwan Djafar menegaskan, pendampingan menjadi bagian dari komitmen instansinya agar transformasi pola kerja berbasis teknologi berjalan efektif di semua unit kerja.
"DiskominfoSS Sulbar berkomitmen memberikan pendampingan penuh kepada seluruh OPD untuk mengoptimalkan penggunaan Aplikasi Fleksi. Kita ingin memastikan presensi digital dan pengelolaan kinerja berbasis WFH ini benar-benar dipahami serta diimplementasikan secara efektif di tiap unit kerja," ujar Ridwan.
Materi Pendampingan: Alur Presensi Hingga Layanan Digital ASN
Sesi pendampingan berlangsung di Ruang Rapat Bidang Perencanaan dan Pengembangan RSUD Sulbar. Tim teknis DiskominfoSS memaparkan dua panduan utama kepada para peserta.
Pertama, pengoperasian Aplikasi Fleksi secara terperinci, mulai dari langkah presensi hingga pemahaman alur kerja aplikasi. Kedua, pengenalan pengelolaan layanan digital kepegawaian melalui platform ASN Sulbar.
Pranata Komputer Ahli Muda DiskominfoSS Sulbar, Darna Basmin, menjelaskan bahwa materi sengaja disampaikan secara mendalam. Hal ini agar seluruh peserta dapat memahami setiap tahapan penggunaan aplikasi secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan teknis di kemudian hari.
"Dalam pertemuan ini ada dua pembahasan, yaitu penggunaan Aplikasi Fleksi dan ASN Sulbar. Untuk Aplikasi Fleksi, kami menjelaskan secara terinci langkah-langkah penggunaannya agar peserta dapat memahami setiap tahapan dengan baik," jelas Darna.
Target Adaptasi Budaya Kerja Digital di Lingkungan RSUD
Pendampingan ini diharapkan mampu mempercepat adaptasi pegawai RSUD Sulbar terhadap budaya kerja baru. Direktur RSUD Provinsi Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, menilai penguasaan sistem digital merupakan pijakan penting bagi tata kelola pemerintahan yang lebih modern.
Melalui pendampingan berkelanjutan, seluruh pegawai ditargetkan mampu bergerak cepat mengikuti perubahan pola kerja berbasis teknologi. Hal ini sejalan dengan semangat Panca Daya untuk membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang profesional, transparan, dan inovatif di Sulawesi Barat.