SULAWESI BARAT — Matthias Jaissle resmi menangani Newcastle United bulan lalu, datang dari klub Liga Pro Saudi Al-Ahli. Baru beberapa pekan memimpin di Inggris, ia sudah harus berurusan dengan kartu kuning dari wasit Rob Jones.
Insiden terjadi pada laga melawan Bournemouth yang berakhir imbang 2-2 di St James' Park. Wasit keempat berulang kali mengingatkan Jaissle agar tetap berada di dalam area teknis sebelum akhirnya ia dikartu kuning pada menit ke-70 karena kembali keluar dari batas.
Keberatan Jaissle: 20 Sentimeter di Luar Kotak
Usai pertandingan, Jaissle mempertanyakan manfaat aturan tersebut jika ia hanya memberi dukungan kepada timnya. Ia menyampaikan keberatan itu secara terbuka.
"Saya harap saya tidak perlu beradaptasi," kata Jaissle beberapa hari setelah laga. "Saya sudah sangat jelas bahwa saya kecewa."
Ia menegaskan telah menyampaikan kekecewaannya dalam banyak aspek. Menurutnya, berada sedikit di luar area teknis sambil memberi semangat kepada tim dengan cara yang positif dan emosional tidak seharusnya berujung kartu kuning.
"Saya menyampaikannya dengan tegas dalam banyak aspek karena, dari sudut pandang saya, jika Anda berada 20 sentimeter di luar kotak Anda dan Anda mendorong serta mendukung tim Anda sendiri dengan cara yang positif, cara yang emosional, saya tidak yakin apakah itu kemudian menjadi kartu kuning," ujarnya.
Ia juga meminta publik membandingkan situasinya dengan beberapa koleganya sesama manajer.
Hanya Jaissle yang Dikartu di Awal Musim
Jaissle menjadi satu-satunya manajer yang mendapat kartu kuning di Liga Primer pada pekan-pekan awal musim ini. Ketika ditanya apakah ada pelatih lain yang sama aktifnya namun tidak dikartu, ia menjawab: "Anda bisa bilang begitu."
Sejak 2023, Liga Primer, FA, EFL, dan Professional Game Referees memperkenalkan piagam perilaku peserta. Aturan itu menetapkan bahwa penghuni area teknis wajib tetap berada di dalam batas selama pertandingan berlangsung.
Pada masa pramusim, perwakilan Liga Primer dan Professional Game Referees mengunjungi setiap klub Liga Primer untuk memperbarui para manajer soal hal-hal operasional dan peraturan yang berlaku.
Jaissle menyatakan tidak berencana mengubah pendekatannya di pinggir lapangan. Ia menilai dukungan emosional kepada pemain adalah bagian dari cara kerjanya sebagai pelatih.