Pencarian

Gunung Ili Lewotolok Erupsi 28 Kali Sepekan, Abu Capai 500 Meter

Sabtu, 12 September 2026 • 12:49:31 WIB
Gunung Ili Lewotolok Erupsi 28 Kali Sepekan, Abu Capai 500 Meter
Gunung Ili Lewotolok erupsi 28 kali dalam sepekan dengan kolom abu mencapai 500 meter.

SULAWESI BARAT — Erupsi terbaru Gunung Ili Lewotolok terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 46 detik. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat aktivitas kegempaan sepanjang 12 September 2026 pukul 00.00–23.59 WITA. Selain 369 kali gempa letusan, terdeteksi 4 kali gempa guguran dan 141 kali gempa hembusan.

Rekor Erupsi Sepanjang 2026

MAGMA Indonesia telah merekam 4.585 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.786 kali letusan, sementara Gunung Ili Lewotolok tercatat 116 kali.

Frekuensi 28 kali erupsi dalam sepekan menempatkan Ili Lewotolok sebagai salah satu gunung paling aktif di Nusa Tenggara. Aktivitas ini berlangsung konsisten sejak statusnya ditetapkan di Level II.

Zona Berbahaya yang Wajib Dihindari

PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, agar tidak memasuki wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas. Larangan serupa berlaku hingga radius 3 kilometer untuk sektor selatan dan tenggara.

Warga yang bermukim di sekitar lereng diminta mengikuti arahan otoritas setempat. Masker dan pelindung mata disarankan bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan saat abu vulkanik turun.

Apa Dampaknya bagi Perjalanan Wisata?

Rute pendakian dan kawasan wisata di sekitar Gunung Ili Lewotolok untuk sementara tidak dapat diakses. Traveler yang merencanakan perjalanan ke Lembata sebaiknya memantau pembaruan status gunung melalui laman resmi MAGMA Indonesia atau kanal PVMBG sebelum berangkat.

Penerbangan menuju Bandara Wunopito Lewoleba juga perlu dicermati. Sebaran abu vulkanik ke arah barat berpotensi memengaruhi visibilitas dan jadwal penerbangan, meski hingga laporan ini dibuat belum ada pengumuman resmi soal penutupan bandara.

Bagi wisatawan yang tetap ingin berkunjung ke Lembata, aktivitas di kawasan pesisir dan desa adat di luar zona bahaya masih dapat dilakukan. Konfirmasi terkini soal akses dan kondisi lapangan dapat ditanyakan ke dinas pariwisata setempat.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks