POLEWALI MANDAR — Kehadiran Babinsa di tengah hamparan sawah bukan sekadar seremoni. Di Desa Dakka, Kecamatan Tapango, mereka ikut membungkuk menanam padi bersama petani. Kegiatan pada Jumat (29/5/2026) itu menjadi bukti nyata sinergi TNI dengan warga dalam memperkuat sektor pertanian di Sulawesi Barat.
Program Luas Tambah Tanam (LTT) membutuhkan partisipasi aktif semua pihak. Danramil 1402-02/Wonomulyo, Kapten Inf Subarkah, menegaskan bahwa pendampingan Babinsa tidak berhenti pada proses penanaman saja.
“Babinsa bersama petani melaksanakan tanam padi guna mendukung peningkatan luas tambah tanam. Ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional,” kata Subarkah.
Menurut dia, pendampingan mencakup pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga masa panen. Kehadiran Babinsa diharapkan mampu memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.
Subarkah menambahkan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani perlu terus diperkuat.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap hasil produksi pertanian semakin meningkat sehingga mampu mendukung kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tanam padi di Tapango berlangsung dengan semangat gotong royong. Kebersamaan itu menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di daerah.
Pendampingan langsung dari Babinsa membantu petani mempercepat proses tanam di tengah keterbatasan tenaga kerja. Dengan luas areal tanam yang bertambah, produksi padi di Kecamatan Tapango diharapkan ikut naik secara signifikan.
Program LTT sendiri menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat untuk memastikan stok beras nasional tetap aman. Di Sulbar, sinergi lintas sektor seperti ini dinilai kunci untuk mencapai target swasembada pangan.