SULAWESI BARAT — Kabar duka itu dikonfirmasi Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. "Kami mendapat informasi berita duka cita, bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD," kata Rico dalam keterangannya.
Ryamizard mengawali karier cemerlangnya setelah lulus dari AKABRI Darat pada 1973. Namanya mulai dikenal luas saat menjabat Komandan Kontingen Garuda XII di Kamboja pada era 1990-an, kala itu ia masih berpangkat kolonel.
Sepulang dari Kamboja, ia menempati sejumlah posisi strategis: Komandan Brigade Infanteri 17 Kostrad, Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad, Panglima Kodam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya (1999-2000), hingga Pangkostrad (2000-2002). Puncak karier militernya diraih saat dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di era Presiden Megawati Soekarnoputri.
Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, Ryamizard dilantik sebagai Menteri Pertahanan untuk periode 2014-2019. Saat memperkenalkannya, Jokowi menyebut Ryamizard sebagai sosok militer yang pemikir dan demokratis. Ia menjadi salah satu menteri yang bertahan selama satu periode penuh di kabinet kerja.
Ryamizard juga dikenal karena latar belakang keluarganya yang dekat dengan kekuasaan. Ia merupakan menantu dari Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno. Sementara ayahnya, Mayjen TNI Musanif Ryacudu, merupakan perwira tinggi TNI AD yang dikenal dekat dengan Presiden pertama RI, Soekarno.
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950, Ryamizard menutup pengabdian panjangnya di dunia militer dan pemerintahan. Kepergiannya meninggalkan jejak sebagai salah satu perwira yang melintasi dua era kepemimpinan nasional, dari Orde Baru hingga Reformasi.
Hingga berita ini diturunkan, prosesi pemakaman masih menunggu arahan dari keluarga dan institusi TNI AD. RSPAD menjadi lokasi terakhir sang jenderal menjalani perawatan sebelum mengembuskan napas terakhir. (tfq/bac)