SULAWESI BARAT — Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) berlangsung di auditorium gedung Otorita IKN. Dari pihak UIN Maliki, dokumen diteken Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof Dr M. Abdul Hamid MA, sementara OIKN diwakili Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto ST MBA.
Bimo Adi Nursanthyasto menyatakan pembangunan IKN saat ini telah memasuki tahap kedua, yakni pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif yang ditargetkan rampung pada 2028. Ia mendorong agar kerja sama tidak berhenti pada seremoni penandatanganan.
"IKN bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan peradaban. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan hadir memberi kontribusi nyata dalam pembangunan IKN," ujar Bimo dalam keterangannya.
Menurut Bimo, ada beberapa program konkret yang bisa segera direalisasikan. Mulai dari magang mahasiswa—khususnya dari fakultas teknik—riset pemetaan sosial masyarakat sekitar IKN, pengembangan konsep keberlanjutan lingkungan, hingga penguatan teknologi smart city. Ia menekankan pentingnya riset dan program sustainability mengingat luas kawasan IKN mencapai 252 ribu hektare, dengan sekitar 60 persen wilayahnya harus dipertahankan sebagai hutan.
Prof Abdul Hamid menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis bagi UIN Maliki, terutama setelah kampus tersebut membuka fakultas teknik. IKN dinilai menjadi lokasi magang dan praktik kerja lapangan yang tepat bagi mahasiswa, sekaligus mitra dalam pengembangan kurikulum dan penyerapan lulusan.
"Dalam waktu dekat diharapkan dapat mengirimkan mahasiswa kita, khususnya prodi-prodi teknik, untuk melakukan pemagangan serta secara berkala para dosen dapat memberikan ceramah dan motivasi bagi para ASN di IKN," ujar Prof Hamid.
Selain magang, peluang kerja sama terbuka luas dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen. Kolaborasi ini didasari kesamaan visi antara OIKN dan perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul berbasis riset dan inovasi.
Selain UIN Maliki, tiga perguruan tinggi negeri lainnya yang turut meneken MoU adalah Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Cakupan kerja sama meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya, hingga program strategis lainnya yang mendukung pembangunan IKN.
Bimo berharap kolaborasi tersebut segera diwujudkan dalam program kerja yang berdampak nyata, baik bagi kemajuan IKN maupun bagi pengembangan kapasitas akademik masing-masing perguruan tinggi.