SULAWESI BARAT — PT Gajah Tunggal Tbk memilih menahan diri untuk tidak menaikkan harga ban di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat tajam. General Manager Domestic Sales Replacement Elly Pudjiati mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan baku memang menjadi tantangan serius, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menjadi acuan perusahaan dalam menentukan harga jual.
Elly menegaskan bahwa Gajah Tunggal tidak bisa begitu saja menaikkan harga tanpa mempertimbangkan kondisi pasar. “Memang ada juga investasi dari raw material, tapi itu bukan menjadi pertimbangan paling utama. Karena kalau naikkan harga, harus tau posisi produk kami dibandingkan kompetitor,” kata Elly di Karawang, Kamis (23/7).
Perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap keberlangsungan bisnis para distributor dan mitra usaha. Karena itu, kebijakan harga tidak hanya melihat kondisi internal, melainkan juga kemampuan pasar dalam menyerap produk. “Jadi, kami dari PT Gajah Tunggal memberikan kenaikan harga bukan hanya melihat apa yang terjadi di internal perusahaan,” ujarnya.
Meski bahan baku naik hingga dua digit, Gajah Tunggal tidak serta-merta menerapkan kenaikan harga dengan persentase yang sama. “Maka kalau kita lihat, bahan baku naiknya luar biasa, sampai double digit. Apakah kami menaikkan harga double digit juga? Tidak. Ada berbagai pertimbangan lain,” tutur Elly.
Di tengah strategi harga yang hati-hati, Gajah Tunggal bersiap meluncurkan produk terbaru pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Ban anyar tersebut bernama GitiXcursion RT dan hadir dalam 12 pilihan ukuran untuk pelek ring 18 dan ring 20.
Ban ini dirancang untuk kendaraan penumpang jenis SUV, seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Hilux, Isuzu mu-X, dan pikap Ford Ranger. Langkah ini menunjukkan Gajah Tunggal tetap agresif memperkuat portofolio di segmen kendaraan yang populer di Indonesia.
Elly mengklaim Gajah Tunggal masih menjadi merek terpercaya di segmen ban dan berhasil masuk dalam tiga besar perusahaan ban terlaris di dalam negeri. “Segmen passenger car sampai saat ini masih stabil meskipun kami melakukan penyesuaian harga,” ucapnya.
Dia juga menekankan bahwa ban merupakan investasi keselamatan terbaik bagi pemilik kendaraan. Dengan kebijakan harga yang tidak dibebankan penuh kepada konsumen, Gajah Tunggal berharap dapat menjaga loyalitas pelanggan dan stabilitas pasar di tengah tekanan biaya produksi.