MAMUJU — Ironi terjadi di Desa Orobatu, Mamuju. Di satu sisi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat mengelola destinasi wisata pantai dan kolam renang. Di sisi lain, puluhan warganya belum menikmati listrik.
Kepala Desa Orobatu, Maslim Alimsyam, menyambangi kantor Dinas ESDM Sulbar untuk mencari solusi. Ia diterima langsung oleh Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan, Farid Asyhadi, dan Gilang Ananda Putera.
Dalam pertemuan itu, pihak dinas memaparkan dua program bantuan yang bisa diakses warga. Keduanya gratis.
"Kedua program ini sama-sama gratis. Kami mendorong agar desa-desa seperti Orobatu bisa masuk dalam kuota penerima karena listrik adalah pintu masuk untuk meningkatkan kualitas hidup dan menggerakkan roda ekonomi," ujar Farid Asyhadi.
Dari total 1.000 KK di Desa Orobatu, hanya 30 KK yang belum teraliri listrik. Namun, dampaknya terasa besar terhadap produktivitas desa.
Maslim menjelaskan, ketersediaan listrik sangat krusial untuk menunjang fasilitas umum dan sektor pariwisata. Ia optimistis pendapatan asli desa (PADes) bisa melonjak jika listrik merata.
"Kami memiliki potensi wisata pantai dan kolam renang. Jika listrik tersedia secara merata, kami yakin pendapatan asli desa (PADes) bisa melonjak dan aktivitas ekonomi warga bisa berlangsung lebih lama hingga malam hari," tutur Maslim.
Dinas ESDM Sulbar berencana mengkaji data calon penerima manfaat di Desa Orobatu. Langkah ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Prioritas akan diberikan kepada desa yang telah siap secara data dan memiliki potensi pengembangan ekonomi yang jelas. Dengan adanya sambungan listrik, roda ekonomi desa diharapkan bisa berputar lebih kencang, bahkan hingga malam hari.