MAMUJU — Suhardi Duka menegaskan komitmennya mendukung penuh kinerja pengurus BWI yang baru dilantik. Ia yakin lembaga pengelola wakaf ini mampu bekerja optimal jika mendapat dukungan dari semua pihak.
"Saya yakin bahwa badan wakaf ini bisa bekerja dengan baik," ujar Suhardi Duka seusai prosesi pengukuhan di Mamuju, Rabu (19/8/2026).
Di hadapan jajaran pengurus yang baru dikukuhkan, Suhardi Duka menjelaskan keistimewaan wakaf dibandingkan bentuk sedekah lainnya. Menurutnya, harta yang diwakafkan tidak akan berkurang nilainya dan pahalanya terus mengalir selama aset tersebut masih dimanfaatkan.
"Kalau kita wakafkan sesuatu kepada badan wakaf itu abadi. Jadi, sepanjang dunia ini ada, itu amalannya tetap akan berjalan," kata Suhardi Duka.
Gubernur menyebut potensi wakaf produktif di Sulbar belum digarap maksimal. Padahal, jika dikelola dengan tata kelola yang baik, hasil dari aset wakaf bisa dialokasikan untuk berbagai program sosial yang selama ini menjadi beban anggaran pemerintah.
"Lembaga ini bisa membantu pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, menengahi masalah kesehatan, memperbaiki pendidikan, dan bahkan menyelenggarakan pendidikan," tutur Suhardi Duka.
Kehadiran Suhardi Duka dalam acara tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemprov Sulbar serius menjadikan BWI sebagai mitra strategis. Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi langsung bergerak memetakan aset wakaf yang ada di kabupaten/kota.
"Olehnya itu, saya hadir dan memberikan support kepada pengurus yang perlu dilantik," tutupnya.
Pengukuhan ini juga dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Pusat BWI. Sosialisasi wakaf produktif menjadi agenda lanjutan untuk memberikan pemahaman teknis kepada para pengurus baru mengenai skema pengelolaan aset yang memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Sulbar.