Tim Dosen Unsulbar Latih Pemuda Desa Tondok Bakaru Mamasa Kelola UMKM Agroforestry dan Anggrek Endemik via Digitalisasi

Penulis: Rendi Kusuma  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:04:31 WIB
Tim dosen Unsulbar memberikan pendampingan digitalisasi UMKM kepada pemuda Desa Tondok Bakaru, Mamasa.

MAMASA — Desa Tondok Bakaru yang berada di kaki Gunung Mambulilling, gerbang utama menuju Taman Nasional Gandang Dewata, mendapat pendampingan dari tim dosen Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Unsulbar. Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) BIMA dari Kemdiktisaintek ini fokus pada digitalisasi pengelolaan usaha pemuda desa, Jumat (31/7/2026).

Desa yang pernah meraih penghargaan nasional dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) ini memiliki potensi besar di sektor perkebunan kopi, cengkeh, kuliner lokal, hingga anggrek endemik Mamasa. Namun, pengelolaan yang masih spontan dan promosi digital yang belum terpadu membuat potensi tersebut belum optimal.

Empat Pilar Toolkit Digitalisasi untuk UMKM Desa Wisata

Tim pengabdian yang diketuai Sahrul Salam, S.A.B., M.Si., bersama anggota Rizki Abdillah Tanjung, M.Si., Sri Ade Putra, M.Hut., dan Suhartono, S.Hut., M.Hut., memperkenalkan Toolkit Digitalisasi UMKM Desa Wisata Agroforestry. Inovasi ini dirancang agar mudah diterapkan pemuda desa melalui empat pilar utama, termasuk digitalisasi Business Model Canvas (BMC) dan penguatan pemasaran digital.

“Pemuda merupakan motor penggerak inovasi di desa wisata. Melalui digitalisasi Business Model Canvas dan penguatan digital marketing, kita tidak hanya merapikan manajemen internal usaha pemuda, tetapi juga menghubungkan keindahan alam, budaya, dan produk unggulan Tondok Bakaru langsung ke genggaman para wisatawan secara nasional,” ujar Sahrul Salam.

Sasaran Pemberdayaan: Komunitas Anggrek hingga Pengelola Bukit Lenong

Pendampingan ini menyasar kelompok pemuda produktif, termasuk Komunitas Tondok Bakaru Orchid (KTO) yang membudidayakan anggrek endemik, pengelola wisata Bukit Lenong, serta pelaku UMKM kuliner dan suvenir. Target program ini adalah peningkatan omzet usaha minimal 20 persen dan terbentuknya kanal digital yang aktif dan terukur.

Selain mendorong kesejahteraan ekonomi, program ini diharapkan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui konservasi kawasan pegunungan Mamasa.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: mandarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top