MAJENE — Prestasi membanggakan diraih Posyandu Ujung Parappe yang berhasil mengungguli puluhan posyandu lainnya dari enam kabupaten di Sulawesi Barat. Dalam ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut, posyandu yang berlokasi di Desa Lalatedzong ini sukses menempati peringkat pertama, mengalahkan Posyandu Teratai Putih I dari Toabo, Kabupaten Mamuju, yang harus puas di posisi Terbaik II.
Kemenangan ini bukan sekadar trofi. Tim penilai memfokuskan penilaian pada kreativitas pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat. Posyandu Ujung Parappe dinilai berhasil menghadirkan layanan kesehatan yang tidak konvensional dan mampu menarik partisipasi warga secara aktif.
Keberhasilan ini tidak lepas dari lima inovasi unggulan yang menjadi pembeda di mata dewan juri. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan partisipasi warga dan kenyamanan balita saat pemeriksaan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi luar biasa antara kader, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat Desa Lalatedzong.
"Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Posyandu dapat terus berkembang. Tidak hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjelma menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan dekat dengan keluarga," ujar dr. Nursyamsi dalam keterangan resminya.
Ke depan, DKPPKB Sulbar berharap pencapaian Posyandu Ujung Parappe bisa menjadi inspirasi dan role model bagi posyandu lainnya di enam kabupaten se-Sulawesi Barat. Peningkatan kualitas pelayanan dan inovasi diharapkan terus dipacu agar layanan kesehatan makin mudah dijangkau masyarakat.
"Jika Posyandu kuat, maka keluarga sehat dan masyarakat akan semakin sejahtera. Ini adalah bagian dari upaya strategis kita dalam mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, sebagaimana yang diusung oleh Gubernur Bapak Suhardi Duka," pungkasnya.