Pencarian

Pentax Hentikan Produksi DSLR K-1 II, Era Cermin Mekanis Berakhir

Rabu, 16 September 2026 • 16:51:01 WIB
Pentax Hentikan Produksi DSLR K-1 II, Era Cermin Mekanis Berakhir
Pentax resmi menghentikan produksi kamera DSLR K-1 II per 8 September.

SULAWESI BARAT — Pentax resmi menghentikan produksi Pentax K-1 II, kamera DSLR terakhir yang masih dikembangkan merek tersebut, per 8 September. Keputusan ini menandai titik terakhir komitmen Pentax pada sistem cermin mekanis yang mulai ditinggalkan Canon dan Nikon sejak 2021-2022. Bagi pengguna setia DSLR di Indonesia, ini sinyal bahwa dukungan jangka panjang kamera cermin bakal makin terbatas.

Penghentian lini K-1 II bukan sekadar penyesuaian produksi biasa. Pentax memang masih menjanjikan konsep DSLR baru, tapi belum ada kejelasan soal teknologi maupun model penggantinya. Tanpa peta jalan yang jelas, jeda ini sulit dibaca sebagai sekadar masa istirahat sementara.

Canon dan Nikon sudah lebih dulu memberi sinyal serupa. Keduanya menghentikan pengembangan DSLR pada 2021-2022 dan kini memusatkan sumber daya pada sistem mirrorless. Produksi DSLR belum nol, tetapi volumenya terus menyusut dan hanya mencakup model-model tertentu.

Mengapa DSLR Kehilangan Relevansi

Penurunan DSLR bukan semata akibat kamera ponsel yang makin canggih. Akar masalahnya ada pada keterbatasan mekanis yang melekat di struktur DSLR itu sendiri. Sistem ini bergantung pada cermin internal untuk memantulkan cahaya ke jendela bidik.

Mekanisme cermin membuat bodi kamera lebih tebal dan berat. Setiap kali rana ditekan, getaran internal berpotensi muncul dan memengaruhi ketajaman foto. Dari sisi biaya produksi, komponen mekanis ini juga lebih mahal dibanding sistem tanpa cermin.

Mirrorless menghapus kebutuhan cermin sepenuhnya. Kamera bisa dibuat lebih ringkas, sementara autofokus memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengenali subjek secara lebih presisi. DSLR masih bergantung pada sensor fokus terpisah dengan cakupan titik fokus yang tidak sefleksibel mirrorless.

Video Jadi Faktor Penentu

Kebutuhan pengguna bergeser. Kamera modern tidak lagi dipakai hanya untuk memotret, videografi kini jadi kebutuhan utama. DSLR dirancang dengan prioritas fotografi.

Saat merekam video, cermin DSLR harus dikunci dalam posisi terangkat. Kompromi arsitektural ini membuat sistem tersebut makin kurang relevan. Produsen pun beralih ke mirrorless yang lebih efisien untuk kebutuhan hybrid foto dan video.

Tekanan Skala Ekonomi

DSLR juga bersaing dengan kategori gear lain, termasuk smartphone dan action cam. Skala ekonomi dan angka penjualan terus merosot. Dalam kondisi itu, produsen sulit mempertahankan harga dan daya saing.

Pentax dilaporkan hanya mampu mengapalkan sekitar 10 ribu unit DSLR per tahun. Angka itu sangat kecil dibanding jutaan kamera mirrorless yang diserap pasar global saat ini.

Dampak bagi Pengguna DSLR di Indonesia

Kabar ini terasa pahit bagi pengguna setia DSLR. Namun, berhentinya produksi Pentax tidak serta merta membuat kamera DSLR yang sudah dimiliki kehilangan fungsi. Kamera tersebut tetap bisa dipakai menikmati fotografi selama pemiliknya menginginkan.

Masalah baru muncul ketika kamera rusak dan tidak lagi dapat diperbaiki, atau biaya perbaikannya sudah tidak masuk akal secara ekonomis. Di titik itu, beralih ke mirrorless layak dipertimbangkan. Sistem ini masih terus dikembangkan dan didukung untuk jangka panjang.

Dari sisi pengalaman, mirrorless menawarkan cara memotret dan merekam video yang lebih praktis. Untuk pelaku bisnis fotografi dan content creator di Indonesia, transisi ini perlu dihitung dari sisi investasi lensa dan aksesori yang sudah dimiliki.

Bagi pasar lokal, ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual DSLR berpotensi menyusut seiring mengecilnya volume produksi global. Pengguna yang masih mengandalkan DSLR untuk pekerjaan komersial sebaiknya mulai memetakan opsi migrasi sebelum perbaikan jadi persoalan mahal.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks