MAMUJU TENGAH — Peristiwa berdarah itu pertama kali diketahui oleh anak korban lainnya, SU, yang terbangun dan keluar kamar. Ia melihat ayahnya tengah memegang parang dan terlibat cekcok dengan ibunya, S (40). SU pun berlari ke rumah pamannya untuk meminta pertolongan.
Saat kembali bersama pamannya, SU mendapati ibunya sudah bersimbah darah akibat sabetan parang. Adik perempuannya, H (7), juga ditemukan dalam kondisi luka parah. S dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara H dilarikan ke rumah sakit dan masih menjalani perawatan intensif.
Setelah melancarkan aksinya, AR langsung melarikan diri dan menjadi buron selama tiga hari. Tim kepolisian dari Polres Mamuju Tengah akhirnya berhasil menangkap AR pada Sabtu (6/6) dini hari tanpa perlawanan berarti.
Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, Iptu Muh Arifin, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya gangguan mental pada diri pelaku. "Motif sementara yang diduga memicu tindakan pelaku adalah gangguan mental yang disebabkan oleh praktik mempelajari ilmu hitam," ujarnya.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa kondisi kejiwaan AR yang terganggu diperparah oleh keyakinannya pada praktik ilmu hitam. Praktik semacam itu, menurut polisi, kerap memanipulasi pikiran seseorang dan memicu paranoia atau delusi yang berujung pada tindakan kekerasan.
Penyelidikan lebih lanjut akan mencakup pemeriksaan mendalam terhadap kondisi mental AR, termasuk kemungkinan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Polisi juga akan menelusuri lingkungan sekitar pelaku dan sumber ilmu hitam yang diduga dipelajarinya.
Di tengah proses hukum terhadap AR, perhatian utama saat ini tertuju pada pemulihan korban H. Anak berusia tujuh tahun itu harus menghadapi trauma fisik dan psikologis akibat kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri. Dukungan moril dan bantuan medis komprehensif dinilai sangat diperlukan untuk masa depannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya praktik irasional yang dapat merusak stabilitas mental seseorang. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental orang-orang terdekat serta melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi membahayakan keselamatan publik. Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif Polres Mamuju Tengah.