Sulawesi Barat – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, memastikan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pasangkayu tetap berjalan meskipun pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu di Rumah Jabatan Bupati, Minggu (22/2/2026).
Suhardi Duka menjelaskan, sejak dilantik pada Februari 2025, pemerintah provinsi langsung menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang berlanjut hingga 2026 dengan tambahan pemotongan belanja. Kondisi tersebut berdampak pada ruang fiskal daerah yang semakin terbatas.
Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas
Meski demikian, Pemprov Sulbar tetap mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Pasangkayu pada tahun 2026.
Menurutnya, besaran anggaran memang tidak terlalu besar, namun akan difokuskan pada program yang benar-benar prioritas dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan dikelola secara optimal agar manfaatnya maksimal.
Ekonomi Sulbar Tumbuh Positif
Di tengah keterbatasan fiskal, Suhardi Duka mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada 2025 mencapai 5,36 persen, melampaui rata-rata nasional. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 4 persen.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah juga mencatat penurunan angka kemiskinan dan penyempitan rasio gini, yang menunjukkan perbaikan distribusi pendapatan.
Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menjalankan program pembangunan secara selaras.
Perjuangkan Dukungan Pusat
Gubernur juga menyampaikan bahwa pada 2025, pemerintah pusat telah menggelontorkan lebih dari Rp20 miliar untuk pembangunan jalan daerah di Pasangkayu di luar ruas jalan nasional.
Untuk 2026, Pemprov Sulbar kembali mengusulkan pendanaan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah untuk tiga ruas jalan yang diajukan Pemkab Pasangkayu.
Meski menyadari adanya prioritas anggaran nasional untuk penanganan bencana di sejumlah daerah lain, Pemprov Sulbar tetap optimistis dukungan pusat dapat terealisasi demi mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur.
Suhardi Duka menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan selaras antara provinsi dan kabupaten agar persoalan infrastruktur dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.