POLMAN — Alih-alih turun ke jalan, puluhan pengurus dan anggota KSBSI Sulawesi Barat justru menyulap energi organisasi menjadi kegiatan sosial yang langsung menyentuh warga. Operasi pasar murah yang digelar di Polewali Mandar ini menjual bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, menyedot antusiasme masyarakat setempat.
Ketua KSBSI Provinsi Sulbar, Muhammad Rafi, menegaskan bahwa komitmen organisasi untuk memperjuangkan hak-hak pekerja tidak luntur. Hanya saja, pendekatan yang digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi daerah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi tidak selalu harus dilakukan melalui aksi unjuk rasa. Komunikasi dan kegiatan sosial juga menjadi bagian dari perjuangan organisasi,” ujar Muhammad Rafi dalam keterangan yang diterima, Senin.
Dialog Jadi Prioritas Dibanding Aksi Massa
Muhammad Rafi menambahkan, situasi daerah yang aman dan kondusif harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak seluruh anggota KSBSI untuk tidak mudah terprovokasi dan mengutamakan langkah dialog dalam menyikapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.
“Kami mengajak seluruh anggota KSBSI agar tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi. Dan mengutamakan langkah dialog dalam menyikapi berbagai persoalan,” katanya.
Masyarakat dan Pemda Apresiasi Langkah Sosial KSBSI
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Yusril, salah satu pengurus KSBSI Sulbar, menyebut pasar murah menjadi sarana mempererat hubungan antara organisasi buruh, masyarakat, dan pemerintah daerah.
“Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara organisasi buruh, masyarakat, dan pemerintah daerah,” ungkap Yusril.
Rahmi, warga Polewali Mandar yang berbelanja di lokasi, mengaku sangat terbantu. “Kalau kegiatan seperti ini sangat bagus karena langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami juga senang karena suasana tetap aman dan tertib,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Polman, Agusnia Hasan Sulur. Ia menilai sinergi antara organisasi buruh dan pemerintah daerah sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
“Kami mendukung kegiatan operasi pasar murah karena sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Sinergi seperti ini penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pekerja Nilai Keputusan Tepat di Tengah Dinamika Daerah
Firman, anggota KSBSI, menilai langkah organisasi yang lebih mengedepankan komunikasi merupakan keputusan yang tepat. Menurutnya, aspirasi pekerja tetap harus diperhatikan, namun tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Kami tentu ingin aspirasi pekerja tetap diperhatikan. Namun situasi daerah juga harus dijaga supaya tetap aman dan masyarakat tidak merasa terganggu,” ujarnya.
Hingga saat ini, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Polman dan sekitarnya terpantau aman, tertib, dan kondusif. Seluruh pihak diimbau tetap mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.