Pencarian

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,20 Persen Triwulan II 2026, Sawit dan Perikanan Jadi Penahan

Jumat, 25 September 2026 • 10:16:01 WIB
Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,20 Persen Triwulan II 2026, Sawit dan Perikanan Jadi Penahan
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar Sofian Rendy Ardiansyah memaparkan pertumbuhan ekonomi Sulbar 5,20 persen pada triwulan II 2026.

MAMUJU — Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Sofian Rendy Ardiansyah, memaparkan capaian tersebut dalam kegiatan Sipakada Media, Kamis (24/9/2026). Menurutnya, konsumsi masyarakat kembali normal setelah euforia Hari Besar Keagamaan Nasional usai.

Sektor pertanian yang menjadi penopang utama PDRB Sulbar hanya tumbuh 3,62 persen. Perlambatan produksi kelapa sawit disebut sebagai salah satu penyebab utamanya.

Pasokan TBS Seret, Industri CPO Ikut Melambat

Keterbatasan pasokan Tandan Buah Segar membuat industri pengolahan hanya tumbuh 5,05 persen. Produksi Crude Palm Oil dan produk turunannya terkena imbas langsung dari melemahnya panen sawit.

Di sisi lain, ekspor Sulbar justru naik 11,51 persen secara tahunan. Kenaikan harga CPO di pasar global menopang nilai ekspor meski produksi lokal melambat.

"Meskipun produksi CPO lokal mengalami perlambatan, kenaikan harga CPO di pasar global memberikan dampak terhadap peningkatan nilai ekspor Sulbar," kata Sofian.

Nelayan Melaut 80 Mil, Sebagian Pilih Nonton Piala Dunia

Produksi perikanan turut tertekan cuaca buruk dan gelombang tinggi. Nelayan di sejumlah daerah harus melaut hingga sekitar 80 mil dari garis pantai untuk mendapat tangkapan.

Faktor lain yang disebut Sofian cukup unik: sebagian nelayan memilih tidak melaut demi menonton pertandingan Piala Dunia. Hal ini ikut menekan produksi perikanan pada periode tersebut.

"Sebagian nelayan kita ternyata lebih memilih tidak melaut demi menonton tim sepak bola kesayangannya bertanding," ujarnya.

Berkurangnya pasokan ikan membuat harga cakalang dan kembung ikut mendorong inflasi Sulbar pada Agustus 2026.

Konstruksi dan Gaji ke-13 Jadi Penopang

Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 12,90 persen secara tahunan. Realisasi belanja modal APBN untuk jalan dan jembatan jalur Mamuju–Majene kawasan Tapalang serta pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi pendorongnya.

Administrasi pemerintahan juga tumbuh 10,34 persen. Pencairan gaji ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri menopang daya beli masyarakat setelah Lebaran berlalu.

Inflasi Sulbar 2,29 Persen, Lebih Rendah dari Nasional

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah menerapkan strategi 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Hasilnya, inflasi tahunan Sulbar pada Agustus 2026 berada di level 2,29 persen, di bawah inflasi nasional 3,19 persen.

Untuk memperkuat pelaku usaha lokal, BI Sulbar menggelar Mandarpreneur Fair 2026 pada 24–26 September 2026 di Maleo Town Square, Mamuju. Kegiatan ini mempertemukan UMKM dengan akses pembiayaan syariah dan business matching senilai ratusan juta rupiah.

Bank Indonesia mendorong penguatan produksi pertanian, kepastian pasokan bahan baku, dan keberlanjutan investasi infrastruktur agar perlambatan di sejumlah sektor bisa diimbangi.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mamuju.inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks