MAMUJU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Polda Sulawesi Barat tahun ini tidak sekadar seremoni keagamaan. Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta secara tegas mengaitkan nilai-nilai kepribadian Rasulullah dengan tugas pokok kepolisian, terutama dalam hal pelayanan publik.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jabal Rahmah Mapolda Sulbar itu dihadiri para pejabat utama, personel, pengurus Bhayangkari, tokoh agama, serta anak yatim dan warga sekitar. Lantunan ayat suci Al-Qur'an dan shalawat nabi mewarnai jalannya acara yang mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".
Empat Sifat Nabi Jadi Standar Pelayanan Polri
Dalam sambutannya, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menekankan bahwa peringatan Maulid seharusnya menjadi momentum untuk mengenal lebih dalam sosok Nabi Muhammad SAW, bukan hanya sekadar nama. Ia mengingatkan bahwa Nabi telah digelari Al-Amin atau yang terpercaya sejak muda, jauh sebelum diangkat menjadi rasul di usia 40 tahun.
"Kehidupan beliau sama dengan kita, namun perbedaannya beliau selalu dijaga langsung oleh Allah Subuhanahu Wataalah," ujar Kapolda di hadapan jamaah.
Ia melanjutkan, sifat-sifat utama Rasulullah seperti siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (bijaksana) relevan untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari anggota Polri. Menurutnya, jika keempat sifat itu dijalankan, kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat akan meningkat dengan sendirinya.
Syafaat Nabi Menjadi Harapan Seluruh Jamaah
Kapolda juga mengingatkan tentang mukjizat dan wewenang syafaat yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. Hal ini menjadi harapan terbesar umat Islam di hari akhir kelak. Ia pun mengajak seluruh personel untuk membiasakan diri bershalawat dan menjalankan sunnah-sunnah Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
"Mari kita kenal, cintai, dan jalankan sunnah-sunnahnya. Biasakan bershalawat kepada beliau, agar kelak kita termasuk umat yang mendapatkan syafaat beliau di hari akhir," pesannya.
Setelah sambutan Kapolda, acara dilanjutkan dengan nasehat agama dan kajian sirah Nabawiyah yang disampaikan oleh Ustadz Muh. Nurul Anwar, M.Ag, pengajar Pondok Pesantren Abdullah Ibnu Abbas, Topoyo.
Maulid Jadi Momentum Evaluasi Kinerja Anggota
Yang menarik dari peringatan tahun ini adalah penekanan bahwa akhlak mulia berbanding lurus dengan kinerja. Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menegaskan bahwa meneladani Rasulullah berarti memperbaiki cara kerja. Polisi yang jujur, dapat dipercaya, dan bijaksana dalam mengambil keputusan akan menghasilkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
"Jika kita meneladani siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah Rasulullah, secara otomatis pelayanan kita kepada masyarakat akan semakin baik. Kita menjadi lebih jujur, lebih dapat dipercaya, lebih menyampaikan kebenaran, dan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Itulah Polri Presisi yang sesungguhnya berakhlak mulia, bekerja maksimal dan berkah hasilnya," tegas Kapolda.
Semangat Maulid ini diharapkan menjadi penggerak bagi seluruh jajaran Polda Sulbar untuk terus berbenah dan bersama-sama mewujudkan Sulawesi Barat yang aman serta damai.