MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mempercepat transformasi teknologi dengan memperluas jangkauan kecakapan digital bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi strategis bersama Kaizen Collaborative Impact yang mengusung inisiatif dari ASEAN Foundation dan Google.org.
Kepala Dinas Kominfo SP Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengonfirmasi bahwa program ini tidak hanya menyasar sektor pendidikan, tetapi juga merambah ke birokrasi dan sektor ekonomi kreatif. Fokus utamanya adalah memastikan pemanfaatan teknologi berlangsung secara aman, etis, dan produktif bagi seluruh elemen masyarakat.
"Ini merupakan penguatan dari program yang sudah kita jalankan sebelumnya. Pengembangan kompetensi digital baik di lingkup ASN, guru, siswa, hingga pelaku usaha perlu terus kita tingkatkan," ujar Ridwan di Mamuju, Sabtu (2/5/2026).
Sasar 26 Ribu Siswa dan Guru di 70 Sekolah
Sektor pendidikan menjadi pilar utama dalam distribusi program literasi ini. Berdasarkan data Dinas Kominfo Sulbar, program yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut telah menjangkau sedikitnya 70 sekolah di tingkat SMA dan SMK. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 26.000 peserta telah mengikuti rangkaian pelatihan.
Para siswa dan tenaga pendidik diberikan pemahaman mendalam mengenai navigasi dunia digital. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem belajar yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Pemerintah daerah memandang bahwa penguasaan teknologi sejak dini adalah kunci daya saing SDM Sulbar di masa depan.
Ridwan menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas digital ini sejalan dengan prioritas Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Gubernur menekankan bahwa penguatan literasi digital merupakan instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan relevan dengan tuntutan zaman.
Dorong ASN dan UMKM Kuasai Kecerdasan Buatan
Selain sekolah, pelatihan kini mulai difokuskan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bagi ASN, penguasaan teknologi diharapkan mampu menghadirkan layanan publik yang lebih efisien. Pendekatan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sementara itu, bagi pelaku UMKM, materi pelatihan menitikberatkan pada penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk aktivitas bisnis sehari-hari. Pemanfaatan AI diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.
Implementasi AI dalam bisnis kecil mencakup pembuatan konten pemasaran yang lebih cepat hingga analisis data konsumen sederhana. Dengan teknologi ini, pelaku usaha di Sulawesi Barat diharapkan tidak lagi tertinggal dalam tren perdagangan digital yang kian kompetitif.
Jaminan Keamanan Data dan Pelatihan Tanpa Biaya
Pihak Kaizen Collaborative Impact selaku mitra pelaksana memastikan bahwa seluruh rangkaian program ini dapat diakses oleh masyarakat tanpa dipungut biaya. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan finansial bagi warga yang ingin meningkatkan keterampilan teknis mereka.
Aspek keamanan informasi juga menjadi perhatian serius dalam kerja sama ini. Kaizen menegaskan tidak ada praktik pengumpulan data pribadi selama proses pelatihan berlangsung. Kebijakan ini diambil untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peserta saat berinteraksi dengan platform digital yang disediakan.
Program literasi digital yang masif ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Sulawesi Barat untuk bertransformasi menjadi provinsi yang cakap teknologi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau efektivitas pelatihan agar dampak positifnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas dalam jangka panjang.