POLMAN — Stok benih padi unggul sebanyak 31 ton kini telah disiagakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Sulawesi Barat. Pasokan ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tanam petani yang tersebar di wilayah Sulawesi Barat dengan proyeksi cakupan lahan mencapai 1.240 hektare.
Proses pengemasan benih di gudang penyimpanan BBTPH, Polewali Mandar, terpantau mulai intensif sejak Selasa (5/5). Petugas membagi komoditas tersebut ke dalam kemasan berukuran 5 kilogram yang seluruhnya telah mengantongi label sertifikasi mutu sebagai jaminan kelayakan tanam bagi para petani lokal.
Varietas Unggul dan Fokus Penanganan Stunting
Kepala UPTD BBTPH Sulbar, Nasaruddin, menjelaskan bahwa terdapat beberapa varietas unggulan yang masuk dalam daftar distribusi musim tanam kali ini. Jenis benih tersebut meliputi Mekongga, Ciliwung, Ciherang, Inpari 32, serta varietas khusus IR Nutrizinc.
“Benih yang telah dikemas mencapai 31 ton dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pertanaman hingga 1.240 hektar lahan,” ungkap Nasaruddin saat meninjau proses pengemasan di gudang BBTPH.
Nasaruddin memberikan perhatian khusus pada varietas IR Nutrizinc. Padi jenis ini memiliki kandungan zinc yang lebih tinggi dibandingkan varietas lain, sehingga diharapkan menjadi instrumen efektif dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di tingkat provinsi.
Strategi Ketahanan Pangan Gubernur Suhardi Duka
Penyediaan benih bermutu menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menggenjot angka produksi pangan. Kebijakan ini merupakan turunan langsung dari arah strategis Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menyelaraskan program daerah dengan agenda ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Sulbar, Hamdani Hamdi, menegaskan bahwa kualitas benih adalah variabel penentu dalam keberhasilan budidaya padi. Tanpa benih yang tersertifikasi, potensi hasil panen sulit mencapai angka maksimal.
“Upaya ini merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah. Ketersediaan benih bermutu menjadi faktor kunci keberhasilan budidaya padi, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program nasional, termasuk percepatan penurunan stunting melalui varietas bergizi seperti IR Nutrizinc,” ujar Hamdani Hamdi.
Perbanyakan Benih untuk Pasokan Jangka Panjang
Guna menjamin keberlanjutan stok, BBTPH Sulbar tidak hanya berfokus pada distribusi benih yang ada saat ini. Instansi tersebut sedang menggarap lahan khusus yang diperuntukkan bagi perbanyakan benih pada tahap berikutnya.
Langkah penguatan produksi di internal balai benih ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan petani pada musim tanam mendatang. Manajemen stok yang terukur diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan benih unggul di Sulawesi Barat secara mandiri dan berkelanjutan.