Pencarian

Presiden Prabowo Borong 4 Sapi Jumbo Polewali Mandar untuk Kurban Iduladha 1447 H

Minggu, 10 Mei 2026 • 16:52:01 WIB
Presiden Prabowo Borong 4 Sapi Jumbo Polewali Mandar untuk Kurban Iduladha 1447 H
Presiden Prabowo borong empat sapi jumbo dari Polewali Mandar untuk kurban Iduladha 1447 H.

POLEWALI MANDAR — Presiden Prabowo Subianto memastikan kelanjutan tradisi pengadaan sapi kurban dari peternak lokal di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) untuk menyambut Iduladha 1447 Hijriyah. Tahun ini, sebanyak empat ekor sapi jenis limosin, simental, dan berangus dengan bobot rata-rata di atas satu ton telah resmi diborong oleh Kepala Negara.

Kecamatan Wonomulyo kembali menjadi wilayah pemasok utama karena reputasinya sebagai sentra ternak berkualitas tinggi di Sulawesi Barat. Keempat sapi tersebut terpilih setelah menyisihkan 20 kandidat sapi unggulan lainnya melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh tim teknis dari dinas terkait.

Bagong Jadi Sapi Terberat dengan Bobot 1,1 Ton

Dari empat ekor yang dipilih, seekor sapi limosin bernama Bagong tercatat memiliki bobot paling besar, yakni 1.150 kilogram. Sapi berusia 3,5 tahun ini merupakan hasil budidaya Muh. Nur, seorang peternak dari Dusun Pendukuan, Desa Sumberjo. Berdasarkan rencana distribusi, Bagong akan dibawa ke Kabupaten Mamuju untuk disembelih sebagai bantuan kemasyarakatan Presiden di tingkat provinsi.

Selain Bagong, tiga sapi jumbo lainnya yang turut diborong adalah Bima (simental) dengan berat 1.053 kilogram, Blecki (berangus) seberat 1.011 kilogram, dan Arjuna (simental) yang mencapai 960,3 kilogram. Ketiga sapi ini akan disalurkan ke sejumlah titik di Sulawesi Barat untuk memastikan pemerataan bantuan daging kurban bagi masyarakat.

Proses Seleksi Ketat dari 20 Kandidat Terbaik

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Mohammad Jumadil, mengungkapkan bahwa pemilihan hewan kurban Presiden tidak dilakukan sembarangan. Sapi dengan bobot paling maksimal diprioritaskan untuk kebutuhan kurban di level provinsi.

"Sapi dengan bobot terbesar diprioritaskan untuk kurban tingkat provinsi, sementara lainnya disalurkan ke kabupaten yang belum memiliki sapi dengan standar minimal 800 kilogram," ujar Mohammad Jumadil.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan peternak Polman mempertahankan kepercayaan Presiden selama sepuluh tahun berturut-turut merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan. Kehadiran tenaga inseminator di lapangan dinilai krusial dalam menghasilkan peranakan sapi jenis limosin dan simental yang mampu mencapai berat di atas satu ton.

Dampak Ekonomi bagi Peternak Lokal Polewali Mandar

Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo merupakan pengakuan nyata atas kualitas sektor peternakan di daerahnya. Hal ini dianggap sebagai motivasi besar bagi para peternak lokal untuk terus meningkatkan standar budidaya mereka.

"Pencapaian ini bukan sekadar kebanggaan simbolik, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat," kata Samsul Mahmud.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur peternakan dan layanan kesehatan hewan. Langkah ini diambil agar Polewali Mandar tetap kokoh sebagai daerah penyangga kebutuhan daging nasional, khususnya dalam penyediaan sapi kurban berkualitas tinggi untuk tahun-tahun mendatang.

Bagikan
Sumber: signalberita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks