Pencarian

IHSG Anjlok 4,11% ke 5.941, Menkeu Purbaya Sebut Rumor Downgrade S&P sebagai Pemicu

Kamis, 04 Juni 2026 • 10:31:31 WIB
IHSG Anjlok 4,11% ke 5.941, Menkeu Purbaya Sebut Rumor Downgrade S&P sebagai Pemicu
IHSG turun 4,11% ke 5.941 pada Rabu (3/6) dengan transaksi Rp25,21 triliun.

SULAWESI BARAT — Pasar modal Indonesia mengalami hari terburuk dalam beberapa bulan terakhir. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup jatuh bebas 4,11% ke posisi 5.941 pada Rabu (3/6) sore. Total nilai transaksi tercatat Rp25,21 triliun dengan volume saham diperdagangkan mencapai 40,06 miliar lembar. Dari ribuan saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham yang bertahan di zona hijau, sementara 692 saham lainnya terperosok ke zona merah.

Akar Masalah: Rumor vs Fundamental

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa kejatuhan IHSG disebabkan oleh memburuknya fundamental ekonomi. Ia justru menyoroti beredarnya rumor negatif di pasar yang memicu kepanikan investor. "Karena banyak isu-isu negatif," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (3/6).

Satu rumor yang disebut Purbaya paling santer adalah kabar bahwa lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) akan menurunkan peringkat kredit Indonesia. "Ada rumor S&P akan mendowngrade (peringkat kredit Indonesia). Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," ungkapnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pertemuan dengan S&P justru dijadwalkan setelah pasar tutup, bukan menjadi konfirmasi atas kabar negatif yang beredar.

Bantahan Data: Inflasi Terjaga, Pajak Tumbuh

Purbaya juga membantah data inflasi yang berada di kisaran 3% menjadi penyebab pelemahan. Menurutnya, angka tersebut masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%. Ia menekankan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih kokoh, dengan salah satu indikatornya adalah penerimaan pajak yang terus tumbuh. "Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei aja masih kencang," tegasnya.

Daya Beli dan Sentimen Pasar

Untuk menguatkan argumennya, Purbaya mencontohkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang masih ramai, mulai dari tempat hiburan hingga hotel. Ia menilai hal ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat masih cukup kuat. "Domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat," kata Purbaya. Meski enggan memprediksi level IHSG ke depan, ia memastikan pemerintah akan fokus menjaga sentimen pasar. "Saya bilang enggak usah takut. Jadi kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks