SULAWESI BARAT — Schneider Electric resmi memperkenalkan versi terbaru dari charger komersial Level 2 mereka, Charge Pro. Pembaruan ini menghadirkan dukungan penuh untuk konektor NACS (North American Charging Standard) di samping J1772, serta sistem pengisian yang sepenuhnya bebas aplikasi. Perangkat ini menyasar segmen komersial seperti gedung apartemen, tempat kerja, depo armada kendaraan, dan lokasi destinasi umum di seluruh AS.
Dua Opsi Konektor dan Kapasitas Hingga 80 Amp
Charge Pro kini tersedia dalam dua varian konektor: J1772 untuk kendaraan standar Amerika Utara dan NACS yang diadopsi oleh Tesla dan sejumlah pabrikan lain. Keduanya hadir dalam konfigurasi hingga 80 amp, memungkinkan pengelola lokasi melayani berbagai jenis kendaraan listrik dengan satu stasiun pengisian.
Isi Daya Tanpa Aplikasi, Cukup Scan QR
Salah satu perubahan paling signifikan adalah penghapusan kebutuhan aplikasi khusus. Pengguna cukup memindai kode QR yang tertera di unit untuk memulai sesi pengisian, tanpa harus membuat akun atau mendaftar. Fitur ini dinilai penting di lokasi seperti hotel, di mana pengemudi hanya mengisi daya sesekali dan tidak ingin repot dengan aplikasi tambahan.
Platform Manajemen Cloud dan Garansi Lima Tahun
Setiap unit Charge Pro dilengkapi langganan EV Connect Software+ selama satu tahun sejak aktivasi. Platform berbasis cloud ini memungkinkan operator memantau kinerja charger dari jarak jauh, mengontrol akses, melacak pemakaian, memonetisasi stasiun, serta memberikan dukungan kepada pengemudi. Proses komisioning juga disederhanakan agar charger bisa online lebih cepat. Perangkat ini dilindungi garansi perangkat keras selama lima tahun, termasuk pemantauan proaktif dan dukungan pengemudi.
Manajemen Beban Listrik Tanpa Upgrade Infrastruktur
Pemasangan charger komersial bukan sekadar menempelkan kotak ke dinding. Banyak gedung apartemen, kantor, dan depo armada memiliki kapasitas listrik terbatas. Upgrade infrastruktur bisa memakan biaya besar. Di sinilah sistem manajemen energi Schneider Electric berperan. Charge Pro bisa terhubung dengan panel listrik, switchgear, dan peralatan proteksi sirkuit milik Schneider untuk menyeimbangkan beban pengisian, sehingga kapasitas yang ada bisa dimanfaatkan lebih maksimal tanpa perlu tambahan daya.
“Charge Pro menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan keahlian kelistrikan Schneider Electric untuk menghadirkan pengalaman pengisian yang lebih efisien dan andal, sekaligus memajukan teknologi energi di lingkungan komersial,” ujar Shawn Bonacorsi, Head of Electrification Solutions, Schneider Electric, North America Operations.
Schneider Electric bekerja sama dengan installer bersertifikat, termasuk Qmerit, untuk memasang Charge Pro dan membantu pelanggan memperluas lokasi pengisian di masa depan. Charge Pro versi upgrade kini tersedia melalui distributor, installer, dan integrator infrastruktur EV Schneider Electric.