Pencarian

Danareksa dan KKP Teken Kerja Sama Kelola Karbon Biru di Kawasan Industri Batang, Targetkan 7.800 Hektare Lahan

Senin, 08 Juni 2026 • 19:57:01 WIB
Danareksa dan KKP Teken Kerja Sama Kelola Karbon Biru di Kawasan Industri Batang, Targetkan 7.800 Hektare Lahan
Danareksa dan KKP resmi menandatangani kerja sama pengelolaan karbon biru di Kawasan Industri Batang.

SULAWESI BARAT — Direktur Utama Holding BUMN Danareksa, Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa kawasan industri modern tidak bisa lagi hanya fokus pada produksi. Menurutnya, pengelolaan garis pantai dan ekosistem laut adalah tanggung jawab yang melekat.

"Kawasan industri yang baik justru harus ikut menjaga garis pantainya, ekosistem lautnya, dan masyarakat pesisir di sekitarnya. Peran kami sebagai Holding adalah menjadi orkestrator yang mempertemukan keahlian dan sumber daya," ujar Ngurah dalam siaran pers, Minggu (7/6).

Empat Pilar Kerja Sama untuk Ekosistem Pesisir

Perjanjian ini mencakup empat ruang lingkup utama. Mulai dari penataan ruang laut, rehabilitasi dan restorasi ekosistem pesisir, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyebaran kebijakan.

Salah satu fokus utamanya adalah pengelolaan karbon biru. Ekosistem seperti mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan karbon alami yang sangat efektif, tetapi juga menjadi pelindung daratan dari abrasi dan gelombang ekstrem.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana, dan Pelaksana Tugas Direktur Utama KITB, Indri Septa Respati. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari payung kerja sama antara KKP dan PT Danareksa yang diteken pada Juli 2025 lalu.

KITB: Proyek Strategis Nasional dengan 300.000 Tenaga Kerja

KITB sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional yang telah resmi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2025. Kawasan ini menjadi bagian dari inisiatif besar Holding Danareksa yang kini mengelola tujuh kawasan industri di Indonesia.

Total lahan yang dikelola mencapai 7.800 hektare. Kawasan-kawasan itu telah menjadi rumah bagi lebih dari 1.600 tenant dari 25 negara dan menyerap sekitar 300.000 tenaga kerja.

Ngurah menambahkan, kerja sama ini adalah bagian dari transformasi Holding Danareksa menjadi pengelola kawasan industri nasional yang terintegrasi. Pihaknya ingin memastikan pembangunan industri tidak mengorbankan kelestarian alam.

Model yang Bisa Direplikasi ke Kawasan Lain

"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang selaras dengan pelestarian di Batang. Model ini diharapkan dapat direplikasi di kawasan-kawasan lain, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian dan masyarakat," tutup Ngurah.

Langkah ini selaras dengan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat kedaulatan maritim dan mendorong pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Dengan menggabungkan kepentingan industri dan ekologi, Batang diharapkan menjadi contoh konkret bagaimana kawasan ekonomi bisa tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks