MAJENE — Ribuan pelajar dari Kecamatan Banggae dan Banggae Timur menjadi bintang utama perayaan Hari Jadi Majene ke-481. Mereka tampil dalam pawai budaya yang start dari Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Sabtu (15/8/2026).
Pawai ini bukan cuma arak-arakan. Pemerintah Kabupaten Majene sengaja menghadirkan anak-anak sekolah sebagai subjek utama, bukan sekadar penonton. Tujuannya satu: menanamkan kecintaan terhadap budaya Mandar sejak usia dini.
Bupati: Pawai Budaya Bukan Sekadar Perayaan
Bupati Majene, Achmad Syukri Tammalele, menegaskan pawai budaya memiliki fungsi lebih dalam dari sekadar memeriahkan hari jadi daerah. Ia menyebut kegiatan ini menjadi momentum menanamkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan budaya lokal.
"Kegiatan ini menjadi momentum untuk memeriahkan Hari Jadi Majene dengan semangat persatuan, sekaligus menanamkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan budaya lokal," ujar Achmad Syukri di sela-sela acara.
Menurutnya, pelestarian budaya Mandar membutuhkan keterlibatan semua elemen, terutama generasi muda yang kelak meneruskan kebudayaan daerah. Ia berharap pawai ini memperkuat identitas daerah dan menumbuhkan kebanggaan terhadap tradisi lokal.
40 Sekolah Tampilkan Atraksi dan Busana Tradisional
Peserta pawai tahun ini mencapai 1.100 siswa-siswi yang berasal dari 40 SD dan MI di wilayah Banggae serta Banggae Timur. Mereka tampil dengan beragam busana adat dan atraksi yang menggambarkan kekayaan tradisi Mandar.
Antusiasme warga terlihat sepanjang rute pawai. Ribuan masyarakat memadati pinggir jalan untuk menyaksikan penampilan para pelajar, membuat suasana peringatan hari jadi kabupaten berusia lebih dari empat abad itu semakin semarak.
Empat Tokoh Raih Anugerah Kebudayaan dan Pariwisata
Di momen yang sama, Pemkab Majene memberikan Anugerah Bhakti Budaya Majene kepada tiga tokoh: Zulkifli Atjo, Darmansyah, dan A. Beda Basharoe. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi mereka dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan Majene.
Pemkab juga menyerahkan Anugerah Mitra Strategis Kebudayaan dan Pariwisata Majene kepada Imran Toriwawu Rahim. Penghargaan ini mengapresiasi kontribusinya dalam mendukung berbagai program kebudayaan daerah.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah. Pemkab Majene berharap semangat pelestarian budaya terus tumbuh dan menjadi bagian dari pembangunan daerah, sekaligus memperkuat jati diri Majene sebagai daerah yang kaya sejarah dan tradisi Mandar.