MAMUJU — Pelaku pasar emas perlu mencermati pergerakan XAUUSD pada sesi hari ini. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat potensi pelemahan lanjutan pada time frame daily menuju zona kunci 4.237–4.204.
Koreksi ini dinilai sebagai bagian dari secondary trend setelah harga melesat signifikan pada periode sebelumnya. Selama support tersebut bertahan, peluang emas untuk kembali mengikuti tren utamanya tetap terbuka lebar.
Support 4.237–4.204: Batas Tipis Koreksi vs Pembalikan Tren
Geraldo menekankan pentingnya membedakan koreksi dan pembalikan tren. Koreksi wajar terjadi ketika harga bergerak melawan arah utama dalam periode tertentu, sementara reversal membutuhkan konfirmasi teknikal yang jauh lebih kuat.
Zona 4.237–4.204 menjadi penentu utama: apakah tekanan jual hanya sementara atau berubah menjadi tren penurunan lebih dalam. Jika harga menembus dan bertahan di bawah level tersebut, risiko pelemahan lanjutan meningkat drastis.
Ketegangan AS-Iran Mendorong Inflasi dan Menekan Emas
Dari sisi fundamental, eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz menjadi pemicu utama. Harga minyak melonjak lebih dari US$4 per barel, memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi dari sektor energi.
Kenaikan harga energi mempersempit ruang Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan moneter. Ekspektasi pasar yang berubah ini tercermin jelas dari pergerakan yield Treasury AS dan penguatan dolar AS.
Saat imbal hasil obligasi pemerintah naik, emas yang tidak memberikan imbalan bunga otomatis kehilangan daya tarik. Namun, pelemahan yield dan dolar AS justru berpeluang menjadi katalis penguatan logam mulia.
Tarikan Dua Arah: Perlindungan Geopolitik vs Suku Bunga Tinggi
Ketegangan Timur Tengah juga mendorong permintaan aset safe haven dari investor yang mencari perlindungan. Namun, efek inflasi dari kenaikan minyak dapat memicu kenaikan yield serta memperkuat dolar AS.
Dupoin Futures menilai pergerakan emas ke depan bergantung pada tarik-menarik antara permintaan aman dan tekanan ekspektasi suku bunga ketat. Kedua kekuatan ini berjalan beriringan namun saling bertolak belakang.
Data Tenaga Kerja AS Menjadi Penentu Berikutnya
Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar dan menekan emas, sementara hasil yang lemah memberi ruang bagi harga untuk bangkit.
Bagi investor di Mamuju dan Sulawesi Barat, memantau yield Treasury dan data tenaga kerja AS menjadi langkah krusial membaca arah pasar. Level support 4.237–4.204 tetap menjadi acuan utama dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.