MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memastikan 524 calon penerima beasiswa tahun anggaran 2026 memahami seluruh tahapan administrasi sebelum dana dicairkan. Pembekalan yang digelar secara daring itu menjadi gerbang awal bagi para mahasiswa untuk melengkapi dokumen persyaratan yang harus diserahkan paling lambat satu bulan ke depan.
Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, menyebut pembekalan bertujuan menyamakan persepsi seluruh calon penerima mengenai hak, kewajiban, mekanisme pemberkasan, hingga proses pencairan dana. “Kami ingin proses ini berjalan tertib, transparan dan akuntabel,” ujarnya dalam kegiatan yang diikuti para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut.
Investasi Jangka Panjang untuk SDM Sulbar
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengingatkan para penerima beasiswa agar tidak memandang program ini sekadar bantuan biaya pendidikan. Ia menekankan bahwa beasiswa merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia Sulawesi Barat.
“Beasiswa ini adalah investasi kita untuk membangun sumber daya manusia Sulawesi Barat. Karena itu, saya berharap para penerima memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan ilmu, kompetensi dan prestasi,” kata Suhardi Duka.
Orang nomor satu di Sulbar itu juga berpesan agar para mahasiswa menjaga integritas dan disiplin dalam menyelesaikan pendidikan. “Saya ingin anak-anak Sulawesi Barat yang mendapatkan beasiswa ini tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki kemampuan, karakter dan kepedulian untuk ikut membangun daerah,” lanjutnya.
Batas Waktu Pemberkasan Satu Bulan
Usai mengikuti pembekalan, para calon penerima diberikan waktu selama satu bulan untuk melengkapi seluruh dokumen persyaratan. Murdanil menegaskan bahwa keterlambatan pemberkasan berpotensi menghambat proses verifikasi dan pencairan dana.
“Kami memberikan waktu satu bulan kepada seluruh calon penerima untuk melengkapi dan menyampaikan dokumen persyaratan. Kami berharap waktu yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak ada keterlambatan akibat dokumen yang belum lengkap,” jelas Murdanil.
Dalam sesi tersebut, Tim Beasiswa memberikan penjelasan teknis mengenai dokumen yang harus disiapkan, tata cara pemberkasan, proses verifikasi, serta tahapan pencairan dana. Para mahasiswa juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan, terutama terkait kelengkapan dokumen dan mekanisme pencairan yang berlangsung interaktif.
Murdanil menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan selama proses pemberkasan berlangsung. “Jangan menunggu sampai batas waktu berakhir untuk melengkapi dokumen. Jika ada hal yang belum jelas, silakan dikomunikasikan dengan Tim Beasiswa agar dapat segera diberikan penjelasan,” pungkasnya.
Program beasiswa Pemprov Sulawesi Barat tahun 2026 ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Sulawesi Barat.