SULAWESI BARAT — Arsyaifa Sawqia, peserta Jambore Kwartir Ranting Messawa, tewas setelah hanyut di sungai yang berada di sekitar lokasi perkemahan Kecamatan Messawa. Jenazah korban ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh warga dan panitia setempat.
Peristiwa itu terjadi di tengah rangkaian kegiatan jambore yang diikuti oleh para siswa dari berbagai sekolah dasar di wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Mamasa mengenai penyebab pasti korban bisa tercebur ke sungai.
Keluarga Terima Kunjungan Panitia, Permintaan Maaf Disampaikan Langsung
Kabar duka yang tiba di Dusun Kumpulan membuat keluarga besar Arsyaifa berduka. Panitia penyelenggara jambore tidak tinggal diam dan langsung bergerak menemui pihak keluarga untuk bertanggung jawab atas musibah tersebut.
Dalam pertemuan itu, panitia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada orang tua dan keluarga korban. Mereka juga menyatakan akan menanggung seluruh proses pemulangan jenazah serta kebutuhan keluarga selama masa berkabung.
Profil Korban dan Lokasi Kejadian
Arsyaifa merupakan warga Dusun Kumpulan, Desa Panetean, Kecamatan Aralle. Ia tercatat sebagai siswi sekolah dasar yang mengikuti perkemahan Jambore Kwartir Ranting Messawa di Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa.
Messawa sendiri merupakan salah satu kecamatan di Mamasa yang memiliki topografi berbukit dengan aliran sungai berarus deras. Kondisi medan tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri bagi kegiatan di alam terbuka, terutama yang melibatkan anak-anak.
Pelajaran dari Perkemahan: Pengawasan Peserta Harus Diperketat
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi penyelenggara kegiatan kepramukaan di daerah lain. Kegiatan jambore yang melibatkan peserta usia sekolah dasar membutuhkan rasio pembina terhadap peserta yang memadai serta pemetaan area rawan di sekitar lokasi perkemahan.
Panitia Jambore Kwartir Ranting Messawa, menurut informasi yang dihimpun, telah menetapkan prosedur keselamatan standar sebelum kegiatan dimulai. Namun, kejadian hanyut ini menunjukkan bahwa pengawasan di titik-titik tertentu, khususnya area sungai, masih memiliki celah.
Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga masih berada di rumah duka dan menerima tamu yang datang melayat. Belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun Kwartir Ranting Messawa mengenai evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan kegiatan jambore tersebut.