MAMUJU — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan intervensi kesehatan menyeluruh bagi 450 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 di Kabupaten Mamuju. Intervensi tersebut mencakup skrining kesehatan gratis, edukasi gaya hidup bersih, hingga program pencegahan penyakit menular dan perilaku berisiko.
Langkah ini dikonkretkan dalam Rapat Pleno Finalisasi Pelaksanaan MPLS yang berlangsung di Aula Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Jalan TVRI Landi, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Senin (31/8/2026). Dukungan sektor kesehatan dianggap krusial karena mencakup kebutuhan dasar siswa yang tinggal di lingkungan sekolah dan asrama.
Jaminan Kesehatan untuk 450 Siswa
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan kehadiran sektor kesehatan dalam persiapan MPLS merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan peserta didik memperoleh lingkungan pendidikan yang sehat dan aman. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan Promosi Kesehatan.
"Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Karena itu, aspek kesehatan, edukasi, pencegahan perilaku berisiko, dan deteksi dini perlu menjadi bagian dari lingkungan pendidikan," ujar dr. Nursyamsi.
Selain pemeriksaan kesehatan, dinas juga akan memastikan lingkungan sekolah dan asrama memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih, sanitasi, makanan, dan tempat tidur. Hal ini sejalan dengan arahan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, yang hadir langsung dalam rapat tersebut.
Edukasi Dini dan Pencegahan Perilaku Berisiko
DKPPKB Sulbar juga menyiapkan materi edukasi promotif dan preventif bagi para siswa. Materi tersebut mencakup rehabilitasi Napza, pencegahan HIV, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pencegahan perilaku berisiko pada anak dan remaja.
Salah satu poin yang mendapat penekanan khusus adalah pencegahan kebiasaan merokok di kalangan pelajar. Edukasi sejak dini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak buruk rokok sekaligus mendorong mereka menerapkan pola hidup yang lebih sehat selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Sinergi Lintas OPD: Bukan Sekadar Fasilitas Belajar
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mempersiapkan kebutuhan Sekolah Rakyat secara optimal. Menurutnya, kesiapan sekolah tidak hanya menyangkut proses pembelajaran, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan peserta didik.
Keterlibatan DKPPKB Sulbar dalam persiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan terintegrasi. Kolaborasi lintas instansi ini ditargetkan mampu menciptakan lingkungan sekolah dan asrama yang sehat, aman, nyaman, serta ramah anak untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Komitmen Menuju Visi Sulawesi Barat Maju
Dukungan penuh dari sektor kesehatan ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter untuk mewujudkan Visi "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera". Melalui sinergi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 diharapkan menjadi momentum membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.