Pencarian

Mark Mothersbaugh DEVO Sebut Politik Dunia Kini "Gelap" Seperti Era 1970-an

Rabu, 07 Oktober 2026 • 22:46:31 WIB
Mark Mothersbaugh DEVO Sebut Politik Dunia Kini
Musisi Mark Mothersbaugh saat menghadiri Vancouver Film Festival.

SULAWESI BARAT — Vokalis DEVO, Mark Mothersbaugh, menilai situasi politik global saat ini kembali memasuki fase gelap yang mirip dengan era 1970-an ketika bandnya lahir. Ia menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter di Vancouver Film Festival. Mothersbaugh menyoroti keserakahan dan rasisme yang kini tampil terbuka tanpa rasa malu.

Mark Mothersbaugh tidak sedang berbicara soal nostalgia. Pendiri band DEVO yang kini berusia veteran itu melihat pola yang sama terulang: ketegangan politik, ketakutan akan kehancuran massal, dan manusia yang tampak mundur ke belakang. Baginya, itu bukan sekadar pengamatan seorang musisi senior, melainkan pengingat mengapa DEVO dibentuk sejak awal.

Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter di Vancouver Film Festival, Mothersbaugh mengaku merasakan déjà vu. Ia menilai kondisi politik hari ini menyerupai masa kelam yang memicu lahirnya DEVO pada awal 1970-an.

Lahir dari Tragedi Kent State 1970

Mothersbaugh dan rekan-rekannya sesama mahasiswa mendirikan DEVO setelah peristiwa penembakan mahasiswa oleh Garda Nasional di Kent State University pada 4 Mei 1970. Peristiwa itu mengguncang mereka dan mendorong upaya memahami kehancuran yang tengah terjadi.

Nama DEVO diambil dari singkatan "de-evolution", gagasan bahwa manusia justru mengalami kemunduran moral dan fisik. Para personelnya memposisikan diri sebagai "ilmuwan sosial" yang menyindir kondisi tersebut lewat musik dan gambar.

Pada 1976, mereka merilis film pendek berjudul In the Beginning Was the End: The Truth About De-Evolution, disutradarai Chuck Statler dan dibintangi Castle, Jim Mothersbaugh, Mark Mothersbaugh, serta Robert Mothersbaugh.

"It had two songs, but we were doing music with pictures pretty much from the beginning," kenang Mothersbaugh, dikutip dari The Hollywood Reporter.

Kutipan Lengkap Mark Mothersbaugh

Soal kondisi politik terkini, Mothersbaugh tidak menyembunyikan keprihatinannya. Ia menyebut situasi sekarang berada di titik yang sangat gelap.

"It's gone really dark again. We're in a really dark place now, where we have greed and racism not hiding at all. They're proud and displaying themselves, and it's shocking that it could be this strong," ujarnya.

Ia juga menarik paralel antara bom atom, krisis misil Kuba 1962, dan kecerdasan buatan generasi terkini. Ketiganya, menurut dia, membawa risiko kepunahan bagi manusia.

"With the atomic bomb, there were a lot of different opportunities for something really stupid and horrifying to happen. It could be the same with AI, with many things that are dark and not for the betterment of humans," jelas Mothersbaugh.

Karier Komposer di Balik Layar Hollywood

Meski sesekali masih tur bersama DEVO, Mothersbaugh lebih banyak berkarya sebagai komposer untuk film, serial televisi, iklan, dan video game. Ia menyebut aktivitas itu seperti "set cat warna lain" dalam kanvas seni multimedia yang digelutinya.

Ia telah menulis musik untuk sekitar 100 film dan serial, termasuk The Lego Movie dan 21 Jump Street. Kolaborasinya dengan Wes Anderson berlangsung panjang, mulai dari Bottle Rocket, Rushmore, The Royal Tenenbaums, hingga The Life Aquatic with Steve Zissou.

"He's a true artist," kata Mothersbaugh tentang Anderson. Ia mengenang diskusi soal synthesizer DEVO orisinal dan perangkat vintage lain di studio Sunset Boulevard miliknya di Los Angeles untuk menciptakan lanskap suara yang unik.

Mothersbaugh juga bekerja erat dengan Taika Waititi dalam Thor: Ragnarok (2017), yang menghasilkan skor bernuansa 1980-an. Di lokasi kerja itu pula ia sempat berinteraksi dengan bos Marvel Studios, Kevin Feige.

"I didn't even know who he (Feige) was at first. He'd come in when I was playing music for Taika, and there'd be this guy sitting there. And then we started talking and he was really interested," ujar Mothersbaugh.

Tiga Proyek Film dan Alasan Tak Pensiun

Saat ini Mothersbaugh tengah mengerjakan musik untuk tiga film layar lebar, sejumlah serial televisi, dan video game. Kesibukan itu membuatnya nyaris tak punya ruang untuk memikirkan pensiun.

Ia sempat menyinggung soal pensiun kepada istrinya yang juga manajernya, Anita Greenspan. Namun responsnya cepat menutup wacana itu.

"My wife told me, you're not going to retire. You'll slump over the podium and they'll lift you up and carry you out of the room. That's how you're going to go," kenang Mothersbaugh.

Pernyataan itu, akunya, justru membuatnya gugup. "It makes me nervous, because she's also my agent," katanya.

Bagi industri musik dan film, Mothersbaugh adalah contoh langka: musisi punk-era yang bertahan puluhan tahun dengan terus berkarya di berbagai medium. DEVO mungkin identik dengan era 1970-an, tetapi kegelisahan yang melahirkannya ternyata masih relevan di 2020-an.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hollywoodreporter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks