MAMUJU — Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Sulawesi Barat mencatat aset yang disiapkan untuk dilelang tidak hanya kendaraan dinas. Peralatan dan mesin yang tersebar di sejumlah perangkat daerah ikut masuk daftar, begitu pula bibit sapi yang selama ini ditempatkan di IPTU Beroangin, Polman.
Survei lapangan dilakukan tim penilai bersama jajaran BPKAD Sulbar untuk memeriksa kondisi objek sekaligus menentukan nilai aset. Tim DJKN Sulseltrabar dipimpin Penilai Pemerintah Ahli Madya Nurjanto, bersama Kepala Seksi Penilaian I Ketut Suprapto dan Penilai Pemerintah Ahli Pertama Aan Romantika.
Dari sisi BPKAD Sulbar, peninjauan aset di sejumlah perangkat daerah dipimpin Kepala Bidang Barang Milik Daerah, Muhammad.
Mengapa Penilaian Harus Dilakukan Sebelum Lelang
Kepala BPKAD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, menyebut penilaian sebagai tahapan penting agar pelaksanaan lelang aset daerah berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Hasilnya akan menentukan nilai aset yang dilelang.
"Melalui proses penilaian ini, kami berharap pelaksanaan lelang BMD dapat berjalan secara optimal dan memberikan kepastian terhadap nilai aset yang akan dilelang," ujar Ali Chandra.
BPKAD Sulbar, kata dia, terus mendorong tertib administrasi dan pengelolaan aset daerah. Barang milik daerah yang sudah tidak digunakan secara optimal ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.
Bibit Sapi IPTU Beroangin Ikut Masuk Daftar Lelang
IPTU Beroangin di Polman menjadi salah satu lokasi yang disasar penilaian. Bibit sapi yang berada di instalasi perbibitan itu tercatat sebagai bagian dari aset yang disiapkan untuk dilelang, berdampingan dengan kendaraan dinas, peralatan, dan mesin.
Kerja sama dengan DJKN Sulseltrabar disebut Ali Chandra sebagai bentuk komitmen Pemprov Sulbar memperkuat tata kelola aset daerah. Pelibatan tim penilai yang berwenang diharapkan menghasilkan nilai yang dapat dipertanggungjawabkan.
Respons Tim Penilai DJKN Sulseltrabar
Ketua Tim Penilai DJKN Sulseltrabar, Nurjanto, mengapresiasi kepercayaan Pemprov Sulbar dalam penilaian berbagai aset milik daerah.
"Apresiasi tertinggi untuk Pemprov Sulbar atas kepercayaannya kepada Kanwil DJKN Sulseltrabar dalam penilaian berbagai aset daerah. Sinergi ini adalah langkah nyata dan komitmen bersama untuk mewujudkan pengelolaan BMD yang akuntabel dan transparan," ungkap Nurjanto.
Penilaian ini menjadi bagian dari tahapan persiapan lelang aset Pemprov Sulbar. Langkah tersebut sejalan dengan misi kelima Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.