Pencarian

Indonesia-Rusia Sepakati Integrasi Rantai Pasok Perkapalan dan Kedirgantaraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 15:20:01 WIB
Indonesia-Rusia Sepakati Integrasi Rantai Pasok Perkapalan dan Kedirgantaraan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima Deputi Pertama PM Rusia Denis Manturov dalam pertemuan bisnis bilateral di Sulawesi Barat.

SULAWESI BARAT — Pemerintah Indonesia dan Rusia menyepakati perluasan relasi bisnis bilateral yang menyasar integrasi rantai pasok industri perkapalan dan kedirgantaraan. Kesepakatan itu dimatangkan dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov. Kedua negara menargetkan kerja sama ini berujung pada rantai produksi yang lebih kompetitif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov dalam pertemuan bisnis yang membahas penguatan rantai pasok dan ketahanan industri kedua negara. Pertemuan tersebut menuntaskan peta jalan kolaborasi yang telah diintensifkan selama satu tahun terakhir. Fokus pembicaraan mencakup kemitraan langsung antarpelaku usaha, ekspansi investasi, transfer teknologi, hingga peningkatan kapasitas industri nasional.

Dua Sektor yang Jadi Prioritas Integrasi

Kedua negara membidik integrasi pada sektor manufaktur perkapalan dan industri kedirgantaraan. Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk rantai produksi yang lebih kompetitif. Airlangga menyebut kedua sektor itu punya potensi besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

"Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10/2026).

Menindaklanjuti Kesepakatan Prabowo-Putin di Vladivostok

Dialog bilateral tersebut mengeksekusi arahan tindak lanjut atas kesepakatan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026. Pertemuan juga menjadi implementasi hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia di Kazan pada Mei 2026. Dua forum itu menjadi dasar bagi kedua pemerintah mempercepat realisasi kerja sama di tingkat pelaku usaha.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Investor

Bagi pelaku usaha, kesepakatan ini membuka jalur kemitraan langsung dengan mitra Rusia di sektor perkapalan dan kedirgantaraan, termasuk peluang transfer teknologi. Ekspansi investasi yang dibahas mencakup peningkatan kapasitas industri nasional, bukan sekadar perdagangan barang. Investor yang memantau sektor industri manufaktur perlu mencermati bagaimana peta jalan ini diterjemahkan menjadi kontrak dan proyek konkret.

Pemerintah menempatkan pertemuan tingkat tinggi sebagai bagian dari penguatan poros ekonomi bilateral. Kerja sama antarpelaku usaha disebut menjadi tumpuan utama, dengan pemerintah berperan memastikan setiap peluang dapat ditindaklanjuti. Arah kebijakan ini melanjutkan rangkaian dialog yang telah berjalan sejak awal tahun.

Rantai Pasok Jadi Pertaruhan Ketahanan Industri

Integrasi rantai pasok menjadi kunci bagi kedua negara untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok tunggal. Sektor perkapalan dan kedirgantaraan dipilih karena menuntut kemampuan manufaktur presisi dan teknologi tinggi. Kedua pemerintah belum merinci nilai transaksi maupun tenggat penyelesaian integrasi tersebut.

Follow halosulbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks