Pencarian

NASA Ungkap Detail Misi Artemis III: Astronaut Akan Bergantian Gunakan Pendarat Blue Origin dan SpaceX

Kamis, 11 Juni 2026 • 17:26:31 WIB
NASA Ungkap Detail Misi Artemis III: Astronaut Akan Bergantian Gunakan Pendarat Blue Origin dan SpaceX
Kru Artemis III akan bergantian menggunakan pendarat Blue Origin dan SpaceX dalam uji coba di orbit rendah Bumi.

Pengumuman kru Artemis III pada Selasa lalu membuka tabir baru tentang bagaimana misi pendaratan di Bulan itu akan dijalankan. Namun, di balik semangat publikasi, masih tersisa sejumlah pertanyaan kritis: seberapa siap kedua pendarat itu dan seperti apa wujud akhirnya nanti?

Untuk menjawabnya, Ars Technica mewawancarai Jeremy Parsons, manajer program Artemis di NASA, langsung di Johnson Space Center. Dari percakapan itu, terungkap beberapa detail operasional yang sebelumnya tidak dipublikasikan secara gamblang.

Dua Pendarat dengan Satu Kru: Skenario Uji Coba di Orbit Rendah Bumi

Parsons menjelaskan bahwa kru Artemis III tidak hanya akan berlatih merapat dengan satu kendaraan. Mereka akan bergantian menggunakan pendarat Starship milik SpaceX dan Blue Moon Mark 2 milik Blue Origin saat masih berada di orbit rendah Bumi.

Ini bukan sekadar latihan prosedural. Skenario ini memberi NASA fleksibilitas untuk menguji sistem kritis dari dua vendor sekaligus sebelum benar-benar mendarat ke permukaan Bulan. Jika salah satu pendarat mengalami keterlambatan, misi masih bisa berjalan dengan pendarat lainnya.

"Saya menelepon pimpinan Blue Origin malam itu, sepanjang hari berikutnya, dan sepanjang akhir pekan," kata Parsons, menggambarkan intensitas komunikasi pasca-pengumuman kru.

Jadwal 2027: Ambisius atau Realistis?

Target musim panas 2027 memang masih jauh, tapi tenggat itu sudah lebih longgar dibandingkan target awal yang kerap molor. Tantangan teknis terbesar bukan pada kapsul Orion yang membawa astronaut, melainkan pada pendarat komersial yang harus beroperasi di lingkungan Bulan yang ekstrem.

SpaceX masih harus menyelesaikan uji transfer propelan di orbit untuk Starship — sebuah teknologi yang belum pernah terbukti dalam skala penuh. Blue Origin, di sisi lain, tengah mengejar ketertinggalan setelah baru mendapatkan kontrak pendarat kedua dari NASA pada 2023 lalu.

Apa Artinya bagi Program Eksplorasi Bulan Global?

Pendekatan dua pendarat ini bisa menjadi preseden baru untuk misi luar angkasa besar di masa depan. Alih-alih mengandalkan satu kontraktor utama, NASA kini bermain aman dengan membagi risiko pengembangan ke dua perusahaan sekaligus.

Bagi Indonesia, yang tengah membangun ekosistem antariksa melalui BRIN dan LAPAN, model kemitraan semacam ini bisa menjadi pelajaran. Kolaborasi dengan lebih dari satu mitra teknologi — alih-alih tergantung pada satu vendor — bisa mempercepat penguasaan teknologi sekaligus menjaga kontinuitas proyek jika salah satu mitra gagal memenuhi tenggat.

Parsons sendiri enggan berspekulasi soal tanggal pasti. "Kami akan terbang ketika semuanya siap," ujarnya. Tapi satu hal yang jelas: Artemis III tidak lagi sekadar misi pendaratan simbolis. Ini adalah uji coba model baru kerja sama antariksa — dan seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan menyaksikan hasilnya.

Bagikan
Sumber: arstechnica.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks