SULAWESI BARAT — Kebakaran bermula dari suara ledakan keras yang terdengar dari dalam ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 sekitar pukul 11.13 WIB. General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menjelaskan dugaan awal insiden berasal dari ledakan sistem hidrolik pintu kedap air otomatis di ruang mesin.
"Berdasarkan laporan awal, insiden diduga bermula dari ledakan pada sistem hidrolik pintu kedap air otomatis di ruang mesin," ujar Andri dalam keterangan resmi, Jumat pekan ini.
Saat kejadian, kapal dalam posisi sandar setelah menyelesaikan proses bongkar muatan. Awak kapal langsung menjalankan prosedur darurat dan berhasil memadamkan api dalam waktu 3-4 menit, sehingga kobaran api tidak meluas ke area lain.
14 Taruna dan ABK Jadi Korban, Dievakuasi ke RSUDZA
Korban ledakan terdiri dari 14 taruna atau mahasiswa pelayaran yang sedang mengikuti praktik di atas kapal serta seorang anak buah kapal. Kapten Kapal SAR KN Kresna 232, Supriadi, menyebutkan semua korban langsung dievakuasi ke RSUDZA Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis.
"Para korban dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh," kata Supriadi.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan bus Trans Kutaraja dan ambulans Puskesmas Meuraxa. Tim medis dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Banda Aceh juga memberikan penanganan awal di lokasi pelabuhan sebelum korban dirujuk ke rumah sakit. Hingga sore hari, seluruh korban masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDZA.
ASDP Lakukan Investigasi Penuh, Evaluasi Standar Keselamatan
Pasca-insiden, ASDP berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk KSOP, kepolisian, dan tim investigasi forensik yang telah terlihat berada di kapal. Perusahaan berkomitmen melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Perusahaan berkomitmen mendukung seluruh proses yang diperlukan serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya penguatan standar keselamatan operasional," tegas Andri.
ASDP menyampaikan apresiasi kepada awak kapal, petugas pelabuhan, tim medis, dinas pemadam kebakaran, dan kepolisian yang bergerak cepat dalam penanganan kejadian ini. Insiden KMP Aceh Hebat 2 menjadi peringatan bagi operator kapal ferry untuk terus memperketat prosedur keselamatan di ruang mesin dan sistem hidrolik kapal.