PASANGKAYU — Jalan antardusun di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, yang sebelumnya rusak dan berlubang, kini telah diperbaiki melalui kolaborasi PT Letawa dengan masyarakat setempat. Pekerjaan mencakup perataan dan pemadatan sepanjang 8 kilometer. Perbaikan ini menyasar akses yang selama ini menjadi jalur utama warga menuju lahan pertanian, sekolah, dan fasilitas umum.
Apa yang Membuat Jalan Ini Penting bagi Warga?
Jalan tersebut menjadi urat nadi aktivitas harian warga Desa Lariang. Kondisi rusak dan berlubang berpotensi menghambat transportasi, termasuk bagi pelajar yang melintas setiap hari. Mobilisasi kegiatan ekonomi masyarakat juga terganggu ketika akses jalan tidak memadai.
Manajemen PT Letawa, Rendy H. Prabowo, menyebut keterlibatan perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurut dia, infrastruktur yang memadai diharapkan meningkatkan kelancaran dan keselamatan transportasi warga.
"Kami menyambut baik inisiatif masyarakat Desa Lariang untuk berkolaborasi dalam program perbaikan jalan. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kelancaran dan keselamatan transportasi warga," ujar Rendy.
Apresiasi Tokoh Masyarakat atas Perbaikan Akses Antardusun
Tokoh masyarakat Desa Lariang, H. Sahir, menyampaikan terima kasih atas kontribusi perusahaan dalam memperbaiki akses jalan antardusun. Menurut dia, kondisi jalan yang lebih baik memudahkan aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pembangunan desa.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Letawa atas kepedulian dan kontribusinya dalam perbaikan jalan antardusun di desa kami. Perbaikan ini sangat membantu aktivitas masyarakat, baik untuk pertanian, akses pendidikan, maupun kegiatan sehari-hari," ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Idris. Dia menilai dukungan perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi warga.
Bantuan Alat Berat untuk Sekolah hingga Insentif Guru Honorer
Kontribusi PT Letawa tidak hanya pada perbaikan jalan. Idris menyebut sejumlah program sosial di bidang kesehatan dan pendidikan turut berjalan, mencakup pemberian makanan tambahan dan insentif bagi kader posyandu, beasiswa prestasi, serta insentif tambahan bagi guru honorer.
Dukungan alat berat perusahaan juga dimanfaatkan untuk membenahi fasilitas pendidikan. Kepala SD Negeri Lariang, Rahmadi, mengatakan bantuan alat berat berupa bomag dan grader membantu proses perataan dan pemadatan lapangan upacara yang sekaligus digunakan sebagai lapangan olahraga sekolah.
"Kalau kami kerjakan manual, mau sampai berapa tahun selesainya," kata Rahmadi berseloroh.
Program CSR Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Perwakilan CSR PT Letawa, Ahmad Faizal, menyatakan perusahaan secara berkelanjutan mendukung perbaikan infrastruktur untuk membantu mengatasi kendala mobilitas dan memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
"Melalui kerja sama antara perusahaan dan masyarakat, kami berharap kendala infrastruktur dapat diatasi sehingga aktivitas warga, khususnya pada sektor ekonomi, dapat berjalan lebih lancar," katanya.
CDO PT Letawa, Agus Setiawan, menambahkan bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program CSR perusahaan di bidang pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum. Dia juga mengapresiasi koordinasi serta kolaborasi tokoh masyarakat Desa Lariang yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Sinergi antara perusahaan dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan," pungkasnya.