POLMAN — Kecelakaan kerja merenggut nyawa Kunding, warga Dusun Berampa, Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian, saat membantu penebangan pohon di kebun milik Arsyad. Petani berusia 39 tahun itu meninggal setelah kepala bagian atasnya terhantam ranting pohon yang tumbang.
Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna menyatakan petugas langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami memar pada bagian atas kepala.
"Darah juga keluar dari mulut, hidung, dan telinga korban," kata AKP Sandy.
Kronologi Penebangan yang Berujung Petaka
Peristiwa bermula ketika Arsyad meminta Junaedi menebang pohon menggunakan gergaji mesin. Sebelum penebangan dimulai, Kunding diminta membantu memasang tali untuk mengarahkan arah tumbangnya pohon.
Saat pohon mulai roboh, Junaedi memberi aba-aba agar para pekerja menarik tali secara bersamaan. Namun Kunding bergerak ke arah kiri, sementara dua pekerja lain berlari ke arah kanan. Pohon setinggi 19,5 meter itu tumbang ke kiri dan rantingnya menghantam kepala korban.
Warga di sekitar lokasi segera mengevakuasi korban ke tempat aman. Kunding dibawa ke Puskesmas Bulo untuk pemeriksaan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Polisi Olah TKP dan Amankan Barang Bukti
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti dari lokasi. Polisi memastikan proses penebangan melibatkan sejumlah pekerja yang saat itu berada di lokasi.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga juga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
"Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga membuat surat penolakan autopsi," pungkas AKP Sandy.