POLEWALI MANDAR — Dua anak laki-laki berinisial MR (10) dan AR (9), warga Desa Sugiwaras, Kecamatan Wonomulyo, dilaporkan hilang saat mandi di Sungai Maloso, Senin (14/4) sore. Tim SAR gabungan dari Basarnas Mamuju, BPBD Polman, TNI, Polri, dan relawan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian sejak kemarin.
Kepala Basarnas Mamuju, Andi Sultan, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 16.00 Wita. "Kedua korban mandi bersama teman-temannya, lalu tiba-tiba terseret arus deras," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/4).
Satu Korban Ditemukan, Tim Perluas Radius Pencarian
Setelah pencarian selama beberapa jam, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR menemukan jasad MR pada Senin malam sekitar pukul 22.00 Wita, tak jauh dari lokasi kejadian.
Andi Sultan menjelaskan bahwa korban MR ditemukan tersangkut di bebatuan sekitar 500 meter dari titik awal tenggelam. "Kami langsung mengevakuasi jasad dan menyerahkannya ke pihak keluarga," katanya.
Arus Deras dan Cuaca Jadi Kendala Pencarian AR
Hingga Selasa siang, satu korban lainnya, AR (9), masih dalam pencarian. Tim SAR memperluas radius pencarian hingga 3 kilometer ke arah hilir sungai.
Kepala BPBD Polewali Mandar, Muhammad Idris, mengungkapkan bahwa kondisi arus Sungai Maloso memang cukup deras akibat tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. "Air sungai keruh dan arus bawah cukup kuat. Ini yang mempersulit penyelaman dan pencarian visual," jelasnya.
Tim SAR juga menyisir tepian sungai dan memeriksa semak-semak di sepanjang aliran. Tim penyelam dari Basarnas diterjunkan untuk menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi jebakan arus.
Imbauan untuk Warga: Waspada Saat Musim Hujan
Pihak berwenang mengimbau warga, terutama orang tua, untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak saat bermain di dekat sungai, khususnya di musim hujan seperti sekarang. Debit air yang naik drastis dan arus bawah yang tidak terlihat menjadi ancaman serius.
Kepala Desa Sugiwaras menyebut bahwa keluarga korban masih dalam kondisi terpukul. "Kami berharap tim SAR bisa segera menemukan AR. Warga di sini juga ikut membantu pencarian secara swadaya," ujarnya.
Pencarian terhadap AR akan dilanjutkan pada Rabu (16/4) pagi dengan melibatkan lebih banyak personel dan peralatan pendeteksi. Tim SAR meminta doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar.