MAMUJU — Keluhan warga Dusun Ganno terhadap kandang ayam petelur di desa mereka bukanlah hal baru. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, kondisi disebut semakin parah. Warga melaporkan bahwa populasi lalat di sekitar rumah-rumah sudah berada di tingkat yang mengkhawatirkan, bahkan lantai rumah dipenuhi serangga tersebut.
“Kandang ayam ini sudah sangat meresahkan sejak pertama berdiri. Lalat dan bau busuk setiap saat masuk ke pemukiman warga. Sekarang malah ditambah lagi kandangnya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada MandarPos.com.
Lalat di Lantai, Bau Menyengat Setiap Hari
Warga mengaku kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari di dalam rumah. Serangan lalat terjadi hampir setiap hari, terutama saat cuaca panas. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memicu penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan.
“Kita bisa lihat sendiri, lantai rumah sampai dipenuhi lalat. Kondisi seperti ini sangat mengganggu kenyamanan warga dan kami khawatir bisa menimbulkan penyakit,” tambahnya.
Desakan Tutup Kandang dan Evaluasi Izin
Atas kondisi tersebut, warga mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera turun tangan. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan lapangan secara mendadak untuk memastikan apakah kandang ayam tersebut telah melanggar baku mutu lingkungan.
“Kami meminta pemerintah dan dinas terkait untuk menutup kandang ayam ini jika memang terbukti mencemari lingkungan. Kami juga meminta izin usaha kandang ayam di Dusun Ganno ditinjau kembali karena dikhawatirkan dapat membawa wabah penyakit bagi masyarakat,” tegas warga tersebut.
Belum Ada Tanggapan dari Pemilik dan Pemda
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemilik kandang ayam maupun instansi terkait di Kabupaten Mamuju belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga Dusun Ganno. Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Peternakan segera melakukan inspeksi sebelum kondisi semakin memburuk.