SULAWESI BARAT — Dalam kesaksiannya, Ian McCallum, yang menjabat manajer umum tim wanita Sheffield United antara Februari hingga akhir musim 2022-2023, menyebut klub tersebut "sedikit naif" tentang apa yang diperlukan untuk menjalankan sepak bola wanita secara penuh waktu. Ia menambahkan bahwa "sekelompok pemain berbakat pantas mendapatkan yang lebih baik." Frustrasi terhadap pendekatan klub terhadap sepak bola wanita disebut McCallum ikut mendorong keputusannya untuk meninggalkan posisi tersebut.
Pengakuan Langsung: "Klub Telah Mengecewakan Maddy"
Ketika ditanya oleh pengacara keluarga Cusack apakah Sheffield United telah mengecewakan Maddy di beberapa area, McCallum menjawab dengan tegas, "Ya." Sebelumnya, dalam bukti tertulis yang diajukan sebelum sidang, McCallum menyatakan bahwa "klub telah mengecewakan orang-orang." Dalam persidangan, ia mengonfirmasi pernyataan itu: "Pada beberapa tingkatan, ya. Klub telah mengecewakan sejumlah orang."
Kekhawatiran soal Transisi Penuh Waktu dan "Box-Ticking Exercise"
McCallum mengkritik cara Sheffield United memandang profesionalisasi tim wanita. Ia mengatakan, dari luar, kesan yang ditangkap adalah klub menganggap langkah tersebut sebagai "latihan mencentang kotak" (box-ticking exercise). Menurutnya, kesuksesan tim nasional wanita Inggris kemungkinan mempercepat keputusan itu, namun ia meragukan sumber daya yang disediakan memadai. "Saya mendapat perasaan bahwa menjadi penuh waktu adalah sesuatu yang 'perlu terjadi' tetapi bukan 'keinginan'," ujarnya. Ketika diminta menyebut nama eksekutif yang memberinya kesan tersebut, McCallum menolak dan hanya mengatakan perasaan itu datang dari "berbagai eksekutif."
Pelatih Jonathan Morgan Bantah Lapor ke HR soal Kondisi Cusack
Sidang juga mendengar kesaksian pelatih kepala Jonathan Morgan. Morgan mengakui tidak pernah melaporkan kekhawatiran tentang kondisi mental Cusack ke bagian HR (sumber daya manusia). Ia beralasan telah "mengeskalasi masalah itu ke dokter klub, Dr. Subhashis Basu," yang dianggapnya sebagai orang yang tepat saat itu. Morgan juga membantah pernah membentak atau memperlakukan Cusack dengan buruk di depan McCallum.
Kepala Safeguarding Tak Pernah Diberi Tahu
Kepala bagian safeguarding klub, Cheryl Anderson, menyatakan kepada pengadilan bahwa ia tidak pernah diberi tahu bahwa Cusack sedang berjuang dengan kesehatan mentalnya. Tidak ada kekhawatiran tentang Cusack yang disampaikan kepadanya. Sidang inkuiri kematian Maddy Cusack, yang meninggal di usia 27 tahun, akan kembali digelar pada Rabu (besok) dengan agenda mendengarkan kesaksian dari sejumlah staf senior Sheffield United, termasuk kepala administrasi sepak bola Carl Shieber dan CEO Stephen Bettis.