Pencarian

Drone Murah Rusia Molniya Dapat Kompas Magnetik untuk Lawan Gangguan GPS

Kamis, 23 Juli 2026 • 08:37:31 WIB
Drone Murah Rusia Molniya Dapat Kompas Magnetik untuk Lawan Gangguan GPS
Drone Molniya buatan Rusia dilengkapi kompas magnetik untuk menjaga arah terbang saat sinyal GPS terganggu.

SULAWESI BARAT — Drone pada umumnya bergantung pada sistem navigasi satelit seperti GPS dan GLONASS untuk menentukan posisi dan jalur terbang. Di medan perang Ukraina, baik pasukan Ukraina maupun Rusia sama-sama aktif menggunakan perang elektronik untuk mengacaukan sinyal-sinyal tersebut.

Berbeda dengan sinyal satelit yang bisa di-jamming atau dipalsukan (spoofing), kompas magnetik membaca medan magnet bumi secara langsung. Sistem ini tidak bergantung pada sinyal radio eksternal, sehingga sangat sulit diganggu melalui metode konvensional.

Cara Kerja Upgrade Sederhana Ini

Menurut penasihat pertahanan Ukraina Serhii Beskrestnov, upgrade terbaru ini dikerjakan oleh Skolkovo technologies. "Skolkovo technologies terus berkembang. Sebuah kompas dipasang di drone Molniya, dan kamera secara berkala menunduk untuk melihatnya," jelas Beskrestnov.

Kamera di drone akan memeriksa arah kompas secara periodik selama penerbangan. Data ini membantu drone mempertahankan arah umum meskipun sistem navigasi satelitnya sedang tidak berfungsi akibat gangguan elektronik.

Biaya Produksi yang Sangat Murah

Molniya adalah drone yang sangat murah, sebagian besar terbuat dari kayu lapis dan pipa aluminium. Menurut perkiraan Beskrestnov, Rusia bisa memproduksi 10 hingga 15 unit Molniya dengan biaya yang setara dengan satu drone pengintai Supercam. Supercam sendiri dihargai hampir 100.000 dolar AS per unitnya.

Dengan biaya produksi serendah itu, Rusia lebih memilih menambahkan teknologi sederhana seperti kompas daripada mendesain ulang seluruh drone dengan sistem navigasi yang lebih mahal. Analis militer Rusia Ian Matveev menanggapi, "Saya yakin di dokumen tertulis: Peralatan navigasi berdasarkan prinsip magnetisme bumi."

Keterbatasan yang Masih Ada

Meskipun efektif melawan jamming satelit, kompas magnetik tidak memberikan posisi satelit yang presisi. Drone ini masih rentan terhadap tindakan pengacau lain yang menyerang sistem kendali, sensor, atau sistem penerbangannya.

Sebagai pengembangan lain, Molniya juga muncul dalam versi yang dikendalikan melalui kabel fiber optik. Metode ini tidak bisa diganggu secara nirkabel karena perintah dikirim melalui koneksi fisik. Namun, kabel ini menambah bobot dan membatasi jangkauan serta kapasitas muatan drone.

Beskrestnov juga melaporkan adanya serangan Molniya tanpa antena kendali, di mana kamera dan komputer onboard menangani navigasi dan pemilihan target. Pendekatan beragam ini menunjukkan bahwa Rusia terus mengadaptasi drone murahnya untuk mengurangi ketergantungan pada jalur komunikasi yang rentan.

Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks