SULAWESI BARAT — ROG Strix G16 2026 hadir sebagai pembaruan dari lini laptop gaming 16 inci andalan Asus. Fokus utama ada pada optimalisasi kinerja berkat prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus, yang mempertahankan arsitektur 24-core namun menjanjikan peningkatan performa pemrosesan sekitar 7% dibanding varian Core Ultra 9 275HX dari tahun 2025.
Spesifikasi Utama
- Prosesor: Intel Core Ultra 9 290HX Plus (24-core)
- GPU: Nvidia GeForce RTX 5060, RTX 5070, atau RTX 5080
- Layar: Panel IPS 1600p 300Hz (mode Ultimate dGPU) / 240Hz (mode normal); varian lebih rendah 1200p 165Hz 300 nits
- Baterai: 90 Wh dengan adaptor daya 280W (fast charging)
- Bobot: 2,65 kg
Fitur Unggulan
Kinerja multi-core yang lebih tinggi. Chip Core Ultra 9 290HX Plus dirancang untuk menangani game AAA di pengaturan tertinggi sekaligus tugas pembuatan konten profesional seperti editing video dan desain 3D tanpa hambatan berarti.
Layar 300Hz bersyarat. Kecepatan refresh 300 Hz hanya aktif saat pengguna mengaktifkan mode "Ultimate" untuk GPU diskrit. Dalam pemakaian normal, layar berjalan di 240 Hz—sama dengan generasi sebelumnya. Untuk konfigurasi entry-level, Asus menyediakan panel 1200p 165 Hz dengan kecerahan 300 nits.
Harga & Ketersediaan
ROG Strix G16 2026 sudah mulai muncul di Kanada, Prancis, Italia, Hong Kong, dan Inggris Raya. Di Inggris, harga awal dibanderol £2.599. Untuk kawasan Zona Euro, varian RTX 5060 dibuka dari €1.899, sementara versi tertinggi dengan RTX 5080 mencapai €3.599. Pasar AS diperkirakan menyusul dalam waktu dekat. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di Indonesia.
Posisi Dibanding Pendahulu
Peningkatan utama dari model 2025 ada di sektor prosesor dengan kenaikan performa 7% dan opsi GPU generasi terbaru. Desain dan bobot 2,65 kg masih identik, begitu pula baterai 90 Wh. Layar 300 Hz menjadi nilai tambah eksklusif bagi pengguna yang mengaktifkan mode dGPU Ultimate, sementara mode normal tetap di 240 Hz.
Dengan kombinasi chip Intel Arrow Lake-HX terbaru dan GPU RTX 50-series, ROG Strix G16 2026 cocok untuk gamer hardcore yang mengejar frame rate tinggi di resolusi 1600p, serta kreator yang membutuhkan daya komputasi multi-core mumpuni dalam bentuk faktor yang masih relatif portabel untuk ukuran laptop gaming.