SULAWESI BARAT — Selama beberapa waktu terakhir, banyak pengguna X mengeluhkan pengalaman yang terasa kacau di linimasa mereka. Alih-alih menampilkan cuitan dari orang-orang yang mereka ikuti, algoritma platform justru lebih sering menyajikan konten dari akun yang tidak dikenal. Hal yang sama juga terjadi di kolom balasan, yang terasa seperti "medan perang" dengan akun-akun asing.
Perubahan Kecil yang Ditunggu
Menanggapi keluhan tersebut, Head of Product X, Nikita Bier, mengakui bahwa timnya baru menyadari ada data penting yang hilang dari sistem rekomendasi. "Kami meluncurkan penyesuaian kecil untuk meningkatkan visibilitas unggahan Anda ke mutuals (orang yang Anda ikuti balik)," tulis Bier dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan bahwa data interaksi antar akun yang saling follow ini sebelumnya tidak dimasukkan ke dalam algoritma. Akibatnya, unggahan dari teman sendiri jarang muncul di kolom balasan. "Kami menyadari data ini hilang dari algoritma dan itu membuat teman-teman Anda jarang muncul di balasan," jelas Bier.
Dampak pada Kolom Balasan dan Komunitas
Perubahan ini diharapkan bisa mengatasi masalah utama yang membuat kolom balasan di X terasa tidak nyaman. Dengan algoritma baru, unggahan dari akun yang saling follow akan mendapat prioritas lebih tinggi. Hal ini secara tidak langsung juga akan membantu pembentukan kelompok diskusi berdasarkan minat yang sama.
"Ini seharusnya juga membantu klaster (komunitas) terbentuk lebih mudah berdasarkan minat, yang sudah lama diminta banyak orang," ujar Bier lebih lanjut. Fitur ini menjawab kebutuhan pengguna yang ingin diskusi lebih intim dan relevan, bukan sekadar debat dengan orang asing.
Apakah Ini Cukup?
Meski langkah ini disambut positif, belum diketahui apakah perubahan kecil ini cukup untuk memperbaiki masalah fundamental X. Platform yang dulunya bernama Twitter ini kerap dikritik karena kebijakan moderasi konten dan perubahan algoritma yang membuat linimasa pengguna terasa tidak lagi organik.
Bagi pengguna setia X, pembaruan ini setidaknya memberikan secercah harapan bahwa platform mulai mendengarkan masukan. Namun, efektivitasnya baru akan terasa setelah fitur ini dirasakan oleh seluruh pengguna secara global dalam beberapa hari ke depan.