MAMUJU — Polda Sulbar merilis panduan edukasi visual sebagai respons atas maraknya kejahatan siber bermodus penipuan online yang mengintai siapa saja di dunia digital. Panduan tersebut menekankan pentingnya sikap tenang dan teliti saat menerima informasi atau pesan dari nomor yang tidak dikenal.
Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian menyebut kunci utama menghindari penipuan online adalah mengenali ciri-cirinya, tidak mudah panik, dan selalu melakukan verifikasi ulang. Menurutnya, warga perlu memahami pola kerja pelaku agar tidak terjebak.
Hadiah Palsu hingga Toko Online Palsu: Empat Modus yang Paling Sering Makan Korban
Berdasarkan data edukasi dari Polda Sulbar, ada empat modus penipuan online yang paling sering memakan korban saat ini. Pertama, hadiah palsu: pelaku menghubungi korban dan mengklaim mereka memenangkan undian berhadiah.
Korban kemudian dipaksa mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi agar hadiah bisa dikirim. Kedua, link phishing: korban dikirimi pesan singkat SMS atau WhatsApp berisi tautan palsu, misalnya dengan kedok paket kurir yang tertahan.
Saat diklik, tautan tersebut mencuri data pribadi yang tersimpan di dalam ponsel korban. Ketiga, penipu menyamar sebagai petugas bank atau instansi resmi melalui telepon.
Mereka mendesak korban menyebutkan kode rahasia seperti One-Time Password (OTP) atau PIN ATM. Keempat, toko online palsu di media sosial yang menawarkan barang bermerek dengan diskon tidak masuk akal, misalnya potongan hingga 70 persen.
Setelah korban mentransfer uang, pelaku langsung menghilang dan barang tidak pernah dikirim.
Jangan Sebut Kode OTP dan PIN kepada Siapa pun
Memo Ardian menutup imbauannya dengan pesan tegas kepada seluruh warga masyarakat, khususnya di Sulawesi Barat. Ia meminta warga tidak pernah menyerahkan kode rahasia perbankan kepada pihak mana pun.
"Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, password, ataupun data pribadi perbankan kepada siapa pun tanpa terkecuali. Jika Anda merasa ragu atau menerima pesan yang mencurigakan, segera lakukan verifikasi langsung ke sumber atau instansi resmi," kata Kabid Humas, Rabu (21/10/26).
Masyarakat diharapkan membagikan informasi edukasi ini kepada keluarga dan kerabat terdekat. Tujuannya menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif di wilayah Sulawesi Barat.