MAMUJU — Rapat analisa dan evaluasi penguatan program prioritas Kapolri digelar di ruang kerja Wakapolda Sulbar, Rabu (21/10/26). Forum itu menjadi wadah merumuskan langkah strategis sekaligus memetakan potensi kendala pelaksanaan berbagai program kerja yang telah dicanangkan Mabes Polri.
Brigjen Pol Hari Santoso memimpin langsung pertemuan yang dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulbar serta perwakilan Satuan Kerja (Satker) jajaran. Fokusnya bukan sekadar seremonial, melainkan optimalisasi setiap sub program agar bisa diimplementasikan hingga tingkat wilayah terkecil di Sulawesi Barat.
Kasatker Diminta Bangun Kedekatan Emosional dengan Warga
Wakapolda menekankan pentingnya pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan tagline "Polisi Bersama Masyarakat", ia berharap seluruh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) bekerja maksimal di wilayah masing-masing.
"Kami ingin setiap Kasatker mampu membangun kedekatan emosional dan kolaborasi yang aktif dengan seluruh elemen warga. Program prioritas ini hanya akan sukses jika masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai mitra, pendengar dan memberi solusi," tegas Wakapolda dalam arahannya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari laporan internal semata. Partisipasi warga menjadi indikator utama yang dipakai jajaran Polda Sulbar.
Inovasi Berbasis Karakteristik Wilayah Sulbar
Selain kedekatan dengan masyarakat, Brigjen Pol Hari Santoso menginstruksikan para Kasatker meningkatkan inovasi di instansi masing-masing. Optimalisasi sub program harus berbasis pada kebutuhan riil karakteristik wilayah Sulbar.
Cakupannya mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga penguatan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Dua hal itu disebut sebagai prioritas yang perlu berjalan seiring.
Melalui penguatan program prioritas ini, Polda Sulbar optimistis dapat terus meningkatkan kepercayaan publik. Penegakan hukum dan rasa aman kepada masyarakat menjadi tolok ukur akhir yang hendak dicapai jajaran kepolisian di enam kabupaten dan satu kota di Sulawesi Barat.