Pencarian

Bukan Sekadar Tawar-Menawar, Ini Dampak Nyata Model Negosiasi inDrive bagi Penumpang dan Sopir di Indonesia

Rabu, 03 Juni 2026 • 00:07:02 WIB
Bukan Sekadar Tawar-Menawar, Ini Dampak Nyata Model Negosiasi inDrive bagi Penumpang dan Sopir di Indonesia
Penumpang inDrive dapat mengajukan harga sendiri tanpa khawatir biaya tambahan mendadak.

SULAWESI BARAT — Beda dengan aplikasi lain yang memasang tarif mati lewat algoritma, inDrive membiarkan penumpang mengajukan harga sendiri untuk rute yang dituju. Sopir yang melihat tawaran itu punya tiga opsi: menerima, menolak, atau mengajukan harga balik.

Setelah beberapa sopir merespons, penumpang bebas memilih berdasarkan harga termurah, rating tertinggi, jenis kendaraan, atau sopir yang posisinya paling dekat. Tidak ada kejutan biaya mendadak karena hujan atau jam sibuk—harga yang disepakati di awal adalah harga final.

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Bagi penumpang, keuntungan paling terasa adalah tidak adanya biaya tersembunyi atau lonjakan tarif (surge pricing) saat cuaca buruk. Fitur keamanan seperti berbagi lokasi perjalanan secara real-time ke keluarga atau teman tetap tersedia meskipun sistemnya berbasis negosiasi.

Untuk mitra pengemudi, komisi yang dipotong hanya 10-15 persen, jauh di bawah kompetitor yang biasanya mengambil 20-25 persen. Artinya, sopir bisa membawa pulang pendapatan bersih lebih besar meskipun tarif yang disepakati lebih rendah dari harga pasar. Mereka juga tidak dipaksa menerima orderan yang lokasinya terlalu jauh atau tarifnya terlalu rendah.

Dari Protes di Kota Beku Jadi Aplikasi Global

inDrive lahir dari aksi sekelompok mahasiswa di Yakutsk, Rusia, yang membuat grup media sosial bernama "Independent Drivers" pada 2012. Saat itu, perusahaan taksi lokal menaikkan tarif dua kali lipat di tengah suhu ekstrem -40 derajat Celcius. Grup itu menjadi wadah negosiasi langsung antara penumpang dan sopir.

Filosofi kebebasan memilih dan transparansi harga itu kemudian menjadi fondasi aplikasi yang kini sudah berekspansi ke 45 negara dan 700 kota, termasuk Indonesia. Model "Real-Time Deals" dinilai cocok dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar tawar-menawar.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Negosiasi di inDrive?

Penumpang cukup memasukkan tujuan dan menawarkan harga yang dianggap wajar. Sopir yang tertarik bisa langsung menerima atau mengajukan penawaran balik. Setelah itu, penumpang memilih sopir berdasarkan kriteria yang tampil di layar: harga, rating, jenis kendaraan, dan waktu kedatangan.

Proses tawar-menawar ini menciptakan interaksi yang lebih personal antara penumpang dan sopir, berbeda dengan sistem algoritma yang serba otomatis. Tidak ada tekanan—kedua pihak sama-sama punya kendali penuh atas kesepakatan akhir.

Bagikan
Sumber: mawar#4192

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks