Pencarian

Pria di Mamuju Tengah Tebas Istri hingga Tewas dan Lukai Anak Kandung, Diduga Gangguan Jiwa Akibat Pelajari Ilmu Hitam

Minggu, 07 Juni 2026 • 17:04:01 WIB
Pria di Mamuju Tengah Tebas Istri hingga Tewas dan Lukai Anak Kandung, Diduga Gangguan Jiwa Akibat Pelajari Ilmu Hitam
Polisi menangkap pelaku pembunuhan istri dan penganiayaan anak di Mamuju Tengah setelah tiga hari buron.

MAMUJU TENGAH — Peristiwa berdarah itu pertama kali diketahui oleh anak korban lainnya, SU, yang terbangun dan keluar kamar. Ia melihat ayahnya tengah memegang parang dan terlibat cekcok dengan ibunya, S (40). SU pun berlari ke rumah pamannya untuk meminta pertolongan.

Saat kembali bersama pamannya, SU mendapati ibunya sudah bersimbah darah akibat sabetan parang. Adik perempuannya, H (7), juga ditemukan dalam kondisi luka parah. S dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara H dilarikan ke rumah sakit dan masih menjalani perawatan intensif.

Pelaku Tiga Hari Buron Sebelum Ditangkap

Setelah melancarkan aksinya, AR langsung melarikan diri dan menjadi buron selama tiga hari. Tim kepolisian dari Polres Mamuju Tengah akhirnya berhasil menangkap AR pada Sabtu (6/6) dini hari tanpa perlawanan berarti.

Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, Iptu Muh Arifin, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya gangguan mental pada diri pelaku. "Motif sementara yang diduga memicu tindakan pelaku adalah gangguan mental yang disebabkan oleh praktik mempelajari ilmu hitam," ujarnya.

Gangguan Jiwa dan Praktik Irasional Jadi Sorotan

Pihak kepolisian menduga kuat bahwa kondisi kejiwaan AR yang terganggu diperparah oleh keyakinannya pada praktik ilmu hitam. Praktik semacam itu, menurut polisi, kerap memanipulasi pikiran seseorang dan memicu paranoia atau delusi yang berujung pada tindakan kekerasan.

Penyelidikan lebih lanjut akan mencakup pemeriksaan mendalam terhadap kondisi mental AR, termasuk kemungkinan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Polisi juga akan menelusuri lingkungan sekitar pelaku dan sumber ilmu hitam yang diduga dipelajarinya.

Fokus Pemulihan Anak Korban yang Masih Dirawat

Di tengah proses hukum terhadap AR, perhatian utama saat ini tertuju pada pemulihan korban H. Anak berusia tujuh tahun itu harus menghadapi trauma fisik dan psikologis akibat kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri. Dukungan moril dan bantuan medis komprehensif dinilai sangat diperlukan untuk masa depannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya praktik irasional yang dapat merusak stabilitas mental seseorang. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental orang-orang terdekat serta melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi membahayakan keselamatan publik. Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif Polres Mamuju Tengah.

Bagikan
Sumber: tandaseru.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks