MAMUJU — Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Kristiani dari tiga instansi vertikal Kementerian Hukum di Sulawesi Barat kembali mengikuti ibadah Oikumene yang digelar di Mamuju, Senin (13/7). Ibadah ini diikuti oleh pegawai dari Kanwil Kemenkum, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan, dan Kanwil Ditjen Imigrasi setempat.
Mengambil tema dari kitab Habakuk 3:17-19, ibadah tersebut menekankan pentingnya iman yang kokoh bagi seorang abdi negara. Dalam pesan yang disampaikan, disebutkan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat harus bersumber dari integritas diri yang didasari rasa takut akan Tuhan, bukan bergantung pada situasi di lapangan.
Kaki Rusa: Simbol Keteguhan di Tengah Tantangan
“Kaki kita diibaratkan seperti kaki rusa, yang mampu melangkah teguh di tempat tinggi meski dalam tantangan. Ini adalah motivasi bagi ASN untuk tetap berdedikasi tinggi, mandiri, dan profesional dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Pdt. Max Kailem dalam khotbahnya.
Kakanwil Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, memberikan apresiasi penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, ibadah merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter ASN yang berintegritas dan melayani.
“Saya sangat mendukung kegiatan ibadah Oikumene ini. Spiritualitas yang terjaga dengan baik akan menjadi kompas bagi ASN dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan. Kita ingin setiap pegawai memiliki fondasi iman yang kuat, sehingga dalam situasi apa pun, dedikasi terhadap pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama,” ujar Kakanwil.
Mempererat Kebersamaan Lintas Instansi
Pembina Oikumene Kanwil Kemenkum, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulbar sekaligus Kadiv P3H, John Batara Manikallo, berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh pegawai untuk terus mempererat rasa kebersamaan internal.
“Jadikan nilai-nilai kebaikan dan integritas yang dipelajari dalam ibadah sebagai pedoman dalam bekerja sehari-hari, guna mewujudkan organisasi yang bersih dan melayani,” ujar John.
Ibadah Oikumene ini diharapkan mampu menjadi energi positif bagi para ASN di jajaran tiga instansi tersebut. Tujuannya tidak hanya untuk pembinaan rohani, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan penuh dedikasi dalam melayani masyarakat di Sulawesi Barat.