SULAWESI BARAT — Kementerian Komunikasi dan Digital membantah menginstruksikan platform media sosial membatasi jangkauan konten kebakaran hutan dan lahan. Direktur Pengendalian Ruang Digital Komdigi Safriansyah Yanwar Rosyadi menyatakan tidak ada permintaan penurunan konten karhutla ke platform mana pun. Dugaan shadowban mencuat setelah sejumlah pengguna mengeluhkan anjloknya engagement unggahan soal karhutla.
Komdigi menegaskan tidak pernah mengirim instruksi resmi maupun permintaan informal kepada platform digital untuk menekan distribusi konten bertema karhutla. Pernyataan itu muncul setelah sejumlah pengguna media sosial melaporkan penurunan tajam jumlah tayangan dan interaksi pada unggahan mereka.
Apa yang Sebenarnya Dituduhkan Pengguna
Istilah shadowban merujuk pada kondisi ketika sebuah unggahan tetap tampil di akun pembuatnya, tetapi tidak lagi direkomendasikan ke pengguna lain. Dampaknya terlihat dari angka views, like, dan komentar yang turun drastis dibanding unggahan biasa.
Keluhan serupa muncul dari kalangan kreator besar. Vlogger kecantikan Tasya Farasya, lewat akun Threads @tasyafarasya, membandingkan jumlah penonton Instagram Stories miliknya. Ia menyebut angka views biasanya menyentuh satu juta, tetapi turun menjadi sekitar 85 ribu saat ia bersuara soal karhutla.
Penjelasan Komdigi Soal Mekanisme Platform
Safriansyah menjelaskan, setiap platform memiliki pedoman komunitas dan algoritma rekomendasi yang berbeda. Komdigi, menurut dia, tidak berada di posisi menentukan konten mana yang turun jangkauannya.
"Kami menegaskan bahwa Komdigi tidak pernah menginstruksikan atau mengajukan permintaan kepada platform untuk membatasi atau menurunkan konten terkait kebakaran hutan," kata Safriansyah pada Selasa (20/10), dikutip dari Detikcom.
Ia meminta dugaan shadowban ditelusuri berbasis fakta, bukan asumsi. Pengguna yang merasa kontennya dibatasi diminta mengonfirmasi langsung ke platform terkait.
"Jadi, jika ada konten yang diduga mengalami penurunan jangkauan atau dihapus, penyebabnya perlu ditelusuri berdasarkan fakta dan dikonfirmasi kepada platform terkait," ungkapnya.
Pengalaman Kreator Tidak Seragam
Tidak semua kreator mengalami hal yang sama. Jerome Polin, melalui akun Threads @jeromepolin, menyatakan Instagram Stories miliknya tidak terkena shadowban dan tetap mampu menjangkau banyak orang.
Jerome justru membagikan strategi teknis untuk menaikkan jangkauan. Menurutnya, penggunaan template "add yours" bisa mendongkrak views secara signifikan.
"Aku gak tau pasti caranya, tapi kalo aku liat pola dan pelajari, pakai template 'add yours' bisa ngeboost views," kata Jerome.
Mengapa Isu Ini Penting bagi Pengguna Indonesia
Kasus karhutla kerap menjadi topik yang ramai di media sosial karena menyangkut kesehatan publik dan kualitas udara di sejumlah wilayah. Ketika jangkauan konten soal bencana menurun, informasi peringatan dini berpotensi tidak sampai ke pengguna yang membutuhkan.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, isu ini menyoroti risiko ketergantungan pada algoritma platform. Visibilitas konten sepenuhnya ditentukan kebijakan internal platform, bukan semata kualitas materi yang diunggah.
Komdigi belum mengumumkan langkah lanjutan, termasuk rencana meminta klarifikasi resmi ke platform. Pengguna yang ingin memastikan status kontennya disarankan memeriksa laporan jangkauan di dasbor kreator masing-masing platform.