Pencarian

Pengukuhan Ibunda Guru se-Sulbar, Harsinah: Pendidikan Lahir dari Kasih Sayang, Bukan Sekadar Otoritas Intelektual

Senin, 18 Mei 2026 • 15:27:18 WIB
Pengukuhan Ibunda Guru se-Sulbar, Harsinah: Pendidikan Lahir dari Kasih Sayang, Bukan Sekadar Otoritas Intelektual
Harsinah Suhardi memimpin pengukuhan Ibunda Guru se-Sulawesi Barat di Majene, Jumat (15/5/2026).

MAJENE — Ratusan pendidik dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Sulawesi Barat memadati Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Barat di Kabupaten Majene, Jumat (15/5/2026). Mereka hadir dalam pengukuhan Ibunda Guru Kabupaten se-Sulawesi Barat yang dipimpin langsung oleh Ibunda Guru Provinsi, Harsinah Suhardi.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat serta pengurus PGRI tingkat provinsi dan kabupaten juga turut hadir.

Apa Makna di Balik Gelar Ibunda Guru?

Dalam sambutannya, Harsinah menegaskan bahwa gelar Ibunda Guru bukan sekadar seremoni. Ia menyebut keberadaan figur ini mencerminkan pencerahan yang lahir dari kasih sayang, bukan sekadar otoritas intelektual.

“Keberadaan Ibunda Guru mencerminkan pencerahan yang lahir dari kasih sayang, bukan sekadar otoritas intelektual,” ujar Harsinah di hadapan para peserta.

Menurutnya, Ibunda Guru adalah amanah untuk menjadi pelita pendidikan, pengayom, serta figur yang memiliki kepedulian terhadap masa depan dunia pendidikan. Ia menilai pendidikan yang hakiki lahir dari sentuhan kasih, kesabaran, dan integritas dalam mendampingi generasi muda.

Mengapa Sulbar Butuh Guru yang Matang secara Emosional?

Harsinah menyebut bahwa Sulawesi Barat membutuhkan guru-guru yang tidak hanya cakap secara pedagogis, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial. Ia menekankan pentingnya dukungan moral dan bimbingan bagi para guru di tingkat kabupaten.

“Sulawesi Barat membutuhkan guru-guru yang tidak hanya cakap secara pedagogis, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial,” katanya.

Kepada para Ibunda Guru yang dikukuhkan, Harsinah menitipkan amanah agar terus memberikan dukungan moral, motivasi, dan bimbingan kepada para guru. Mereka diharapkan menjadi figur teladan yang mampu menginspirasi para guru untuk terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam mendidik.

Sinergi untuk Kesejahteraan Guru

Harsinah juga mengajak seluruh pimpinan dinas pendidikan, pengurus PGRI, dan seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang mendukung kesejahteraan guru serta pengembangan kompetensi berkelanjutan. Menurutnya, ketika guru dihargai, dilindungi, dan diberi ruang untuk berkembang, maka fondasi peradaban Sulawesi Barat yang maju dan malaqbi akan semakin kuat.

Ia berharap pengukuhan tersebut menjadi awal langkah nyata yang lebih kolaboratif dan bermakna bagi masa depan pendidikan di seluruh wilayah Sulawesi Barat. “Semoga pengabdian kita menjadi ibadah, ilmu yang kita sebarkan menjadi amal jariyah, dan generasi yang kita didik menjadi penyejuk bagi nusa dan bangsa,” tutupnya.

Bagikan
Sumber: sorotanpena.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks