Pencarian

GPU Gaming Buatan China LX 7G100 Gagal Saingi RTX 4060, Harga Rp 8 Juta

Kamis, 21 Mei 2026 • 18:25:05 WIB
GPU Gaming Buatan China LX 7G100 Gagal Saingi RTX 4060, Harga Rp 8 Juta
GPU gaming LX 7G100 dari China gagal mencapai performa setara RTX 4060 dengan harga Rp 8 juta.

SULAWESI BARAT — Lisuan Tech, perusahaan semikonduktor asal China, baru saja meluncurkan LX 7G100 yang disebut-sebut sebagai GPU gaming serius pertama buatan dalam negeri. Namun, hasil pengujian dari kanal YouTube ??? menunjukkan bahwa klaim tersebut masih jauh dari kenyataan.

Performa Jauh di Bawah Harga

Salah satu temuan paling mencolok adalah ketidakseimbangan antara harga dan performa. LX 7G100 dibanderol sekitar 485 dolar AS atau setara Rp 8 juta. Di kisaran harga yang sama, konsumen bisa mendapatkan Nvidia GeForce RTX 5060 Ti 16GB yang performanya jauh lebih tinggi.

Dalam pengujian di berbagai game modern resolusi 1080p, LX 7G100 hanya mampu berjalan mulus di pengaturan grafis rendah hingga sedang. Bahkan saat fitur FSR 3 dan frame generation diaktifkan, peningkatan frame rate yang dihasilkan tidak cukup untuk mengejar ketertinggalannya dari GPU lawas seperti RTX 4060.

Pengujian dengan Rakit Kelas Atas

Untuk memastikan hasil yang akurat, ??? merakit sistem pengujian kelas atas. Komponen yang digunakan meliputi prosesor AMD Ryzen 7 9800X3D, motherboard MSI MPG X870E Edge Ti WiFi, RAM 32GB DDR5-6000, dan SSD PCIe 5.0 berkapasitas 2TB.

Pemilihan komponen premium ini bertujuan agar LX 7G100 menjadi satu-satunya faktor yang mempengaruhi performa. Dengan kata lain, tidak ada hambatan dari komponen lain yang bisa disalahkan atas hasil buruk yang tercatat.

Hasil Benchmark yang Mengecewakan

Data benchmark yang dirilis menunjukkan angka yang sulit dibanggakan. Dalam game Shadow of the Tomb Raider, misalnya, GPU ini bahkan tidak menampilkan data yang lengkap. Sementara itu, hasil di Forza Horizon 5 dinilai sangat rendah oleh pengamat, yang menduga optimasi driver untuk game tersebut belum maksimal.

Kolom komentar di video pengujian pun dipenuhi respons negatif. Banyak yang menyebut GPU ini "DOA" atau mati sejak lahir, bahkan untuk pasar domestik China yang memang mendambakan produk buatan sendiri.

Apa yang Membuat GPU Ini Gagal?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan ini. Pertama, arsitektur GPU buatan Lisuan Tech belum matang dan tidak mampu menyaingi desain Nvidia yang sudah bertahun-tahun disempurnakan. Kedua, dukungan driver dan optimasi game masih sangat terbatas, membuat banyak judul populer tidak berjalan optimal.

Ketiga, harga jual yang tidak realistis menjadi batu sandungan terbesar. Dengan harga Rp 8 juta, konsumen mengharapkan performa setidaknya setara RTX 4060, bukan malah kalah telak dari GPU generasi sebelumnya.

Kesimpulan: Tidak Cocok untuk Pasar Manapun

Lisuan LX 7G100 adalah contoh bagaimana ambisi lokal belum cukup untuk bersaing di panggung global. Untuk konsumen Indonesia yang terbiasa dengan GPU Nvidia atau AMD, produk ini jelas tidak masuk akal secara rasio harga dan performa.

Bahkan untuk pembeli di China yang mungkin ingin mendukung produk dalam negeri, LX 7G100 sulit dibenarkan. Dengan budget yang sama, lebih baik membeli GPU bekas atau menabung untuk seri RTX 4060 yang sudah terbukti mumpuni untuk gaming 1080p.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks