Pencarian

3 Siswa SMKN 1 Polewali Dalang Pengeroyokan 2 Satpam Diusir dari Sekolah, 5 Lainnya Dibina

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:31:28 WIB
3 Siswa SMKN 1 Polewali Dalang Pengeroyokan 2 Satpam Diusir dari Sekolah, 5 Lainnya Dibina
Tiga siswa SMKN 1 Polewali diskorsing dan diarahkan pindah sekolah terkait pengeroyokan dua satpam.

POLEWALI — Tiga siswa SMK Negeri 1 Polewali yang menjadi dalang pengeroyokan dua satpam di sekolahnya resmi diskorsing dan diarahkan pindah sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Polewali, Mustari, menyatakan sanksi itu berlaku sejak 18 Mei hingga 1 Juni 2026.

"Ketiga anak itu kami berikan sanksi skorsing," kata Mustari kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Tiga siswa yang dimaksud berinisial FA, NA, dan SA. Setelah masa skorsing berakhir dan mereka mengikuti ujian semester, sekolah akan memberikan surat pindah. "Orang tua menerima dengan baik putusan sanksi karena telah menjembatani anaknya demi kebaikannya," beber Mustari.

Lima Siswa Lain Ikut Memukul, Dibina Guru BK

Selain tiga pelaku utama, polisi dan sekolah mendapati lima siswa lain turut terlibat dalam aksi penganiayaan. Namun, kelimanya dinilai bukan pemicu utama keributan sehingga tidak diusir.

"Yang 5 itu juga memukul tapi bukan pemicu masalahnya. Insyaallah masih bisa dibina," tandas Mustari. Kelima siswa tersebut kini wajib melapor setiap hari ke bagian Bimbingan Konseling (BK) sekolah sebagai bentuk pembinaan.

Kronologi Pengeroyokan Berawal dari Teguran Merokok

Insiden pengeroyokan terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Selasa (12/5) sekitar pukul 15.30 Wita. Peristiwa itu terekam kamera dan viral di media sosial.

KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, menjelaskan kejadian berawal saat dua satpam berinisial MR (24) dan MS (28) menegur sejumlah siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah. Teguran itu tidak diterima baik oleh para siswa hingga terjadi penganiayaan beramai-ramai.

Korban Sudah Memaafkan dan Kembali Bertugas

Mustari memastikan dua satpam yang menjadi korban pengeroyokan kini sudah kembali bertugas seperti biasa. Keduanya juga menyatakan siap berdamai dan memaafkan para siswa yang terlibat.

"Alhamdulillah teman-teman satpam sudah bertugas kembali, saya sudah panggil ke sini mereka siap berdamai dan memaafkan para pelaku," pungkasnya.

Apakah kasus ini masih berlanjut ke proses hukum?

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami peran masing-masing siswa. Meski korban sudah memaafkan, penyelidikan Polres Polman terhadap dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama masih berjalan.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks